Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah Investasi: Korsel Bangun Proyek Manajemen Kebocoran Air Berbasis Digital di Sukabumi

Tujuan proyek percontohan yang didanai Korea International Cooperation Agency (KOICA) melalui Creative Technology Solution (CTS) ini, kata Cha, untuk memecahkan masalah kehilangan air di wilayah Kota Sukabumi menggunakan teknologi inovatif.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 03 September 2021  |  13:58 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Kerja Sama Proyek Percontohan Penerapan Sistem Manajemen Kebocoran Air di Kota Sukabumi antara Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumda TBW), WI.Plat Co., Ltd. (WI.Plat), dan PT SUPRA Internasional Indonesia (SUPRA).
Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Kerja Sama Proyek Percontohan Penerapan Sistem Manajemen Kebocoran Air di Kota Sukabumi antara Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumda TBW), WI.Plat Co., Ltd. (WI.Plat), dan PT SUPRA Internasional Indonesia (SUPRA).

Bisnis.com, BANDUNG — Perusahaan teknologi Korea Selatan WI.Plat Co.,Ltd. mengembangkan proyek percontohan sistem manajemen kebocoran air berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligent (AI), dan Cloud Technology.

Proyek untuk menekan angka non revenue water (NRW) atau air tak berekening di Indonesia ini akan dimulai di Kota Sukabumi.

Proyek itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Kerja Sama Proyek Percontohan Penerapan Sistem Manajemen Kebocoran Air di Kota Sukabumi antara Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumda TBW), WI.Plat Co., Ltd. (WI.Plat), dan PT SUPRA Internasional Indonesia (SUPRA).

Nota kesepahaman ditandatangani secara offline dan online di Indonesia dan Korea Selatan oleh Direktur Perumda TBW Abdul Kholik Fajdawani; Presiden Direktur SUPRA Adhi Pramudito; dan CEO WI.Plat Sanghoon Cha.

CEO WI.Plat Sanghoon Cha mengatakan, ketiga pihak akan mencoba memecahkan masalah kehilangan air di Indonesia, khususnya di Kota Sukabumi dan membantu Kota Sukabumi menjadi kota yang cerdas (smart city) serta bersiap menghadapi perubahan iklim global dan air bersih.

"Diharapkan bahwa pilot project di Sukabumi ini akan berfungsi sebagai contoh kerja sama teknis yang baik dan membantu membangun kota-kota pintar di Indonesia," kata Cha dalam keterangan resminya, Jumat (3/9/2021).

Adapun tujuan proyek percontohan yang didanai Korea International Cooperation Agency (KOICA) melalui Creative Technology Solution (CTS) ini, kata Cha, untuk memecahkan masalah kehilangan air di wilayah Kota Sukabumi menggunakan teknologi inovatif WI.Plat bekerja sama dengan SUPRA dan Perumda TBW.

Wi.Plat sendiri merupakan perusahaan teknologi yang didirikan oleh K-Water, sebuah badan Pemerintah Korea Selatan yang fokus melakukan pengembangan sumber daya air secara komprehensif dan penyediaan air untuk publik dan industri di Korsel.

"Pentingnya mengamankan sumber daya air sedang ditekankan lebih dari sebelumnya karena seringnya terjadi iklim abnormal karena perubahan iklim," katanya.

Melalui teknologi inovatif yang diusung Wi.Plat, lanjut Mr Cha, kebocoran air dalam sistem pasokan air dapat dikelola dengan baik. Menurutnya, sumber daya air tambahan dapat diamankan dari reduksi kebocoran air perpipaan. Selain itu, teknologi pengelolaan kebocoran dan kehilangan air sangat penting untuk mengatasi tantangan perubahan iklim.

Cha melanjutkan, kerja sama terutama difokuskan pada pengadopsian teknologi yang memungkinkan pengelolaan kehilangan air berbasis data dengan menerapkan sistem manajemen kebocoran air berbasis IoT, Artificial Intelligence, dan Cloud Technology.

"Ruang lingkup dari program ini adalah untuk melakukan uji coba sistem intelijen manajemen kebocoran air yang berbasis IoT, AI, dan Cloud Technology," katanya.

Direktur Perumda TBW Kota Sukabumi Abdul Kholik mengatakan, melalui kerja sama yang dibangun ini, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kualitas layanan dengan melakukan berbagai macam usaha dan pengembangan, termasuk dalam rangka menurunkan angka non revenue water atau air tidak berekening.

"Dengan proyek ini tentu akan menekan tingkat kebocoran air di Kota Sukabumi, yang pada akhirnya akan memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat" katanya.

Lebih lanjut, Abdul Kholik mengatakan proyek percontohan ini akan dijalankan selama 12 bulan dengan target 4000 sambungan pada 2 District Metered Area (DMA) di Kota Sukabumi. Para pihak akan berusaha untuk menurunkan tingkat kebocoran dan mengadakan penilaian kinerja dengan menggunakan teknologi tersebut.

Kota Sukabumi, Jawa Barat terpilih menjadi daerah proyek percontohan pertama di Indonesia untuk sistem manajemen kebocoran air.

Segenap jajaran Pemerintah Kota Sukabumi menyambut baik kerjasama yang terjalin antara Indonesia dan Korea Selatan pada proyek percontohan ini dan berharap manajemen sistem kebocoran ini dapat menjadi langkah strategis dalam memberikan pelayanan air bersih yang semakin baik kepada masyarakat Kota Sukabumi.

Program Jelajah Investasi Jabar Jateng 2021 diselenggarakan atas dukungan para sponsor yakni DPMPTSP Jawa Barat, Diskominfo Jawa Barat, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), PT Bandaudara Internasional Jawa Barat (BIJB), Bank BJB, JNE Regional Jawa Barat, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Bank Jateng Syariah, JNE Regional Jateng, XL Axiata dan Daihatsu Semarang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukabumi Jelajah Investasi
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top