Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selama Pandemi, Grand Pangandaran Jadi Primadona Investasi

Direktur Utama PT Pancajaya Makmur Bersama Alif Joko mengatakan sejak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hingga satu tahun ini, minat investor untuk berinvestasi di Kawasan Grand Pangandaran cukup tinggi.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  10:05 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Alun-alun Paamprokan di Jalan Pamugaran, Kabupaten Pangandaran, Senin (29/3/2021). Ruang publik yang dibangun dari dana CSR pengembang kawasan industri pariwisata dan maritim di Pangandaran, Grand Pangandaran, ini memiliki berbagai fasilitas seperti plaza area, menara pandang, pedestrian, shelter UKM/PKL, ruang bermain anak, arena olahraga dan lainnya. - Bisnis/Rachman
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Alun-alun Paamprokan di Jalan Pamugaran, Kabupaten Pangandaran, Senin (29/3/2021). Ruang publik yang dibangun dari dana CSR pengembang kawasan industri pariwisata dan maritim di Pangandaran, Grand Pangandaran, ini memiliki berbagai fasilitas seperti plaza area, menara pandang, pedestrian, shelter UKM/PKL, ruang bermain anak, arena olahraga dan lainnya. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG – Grand Pangandaran menjadi primadona bagi para investor di masa pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Pancajaya Makmur Bersama Alif Joko mengatakan sejak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hingga satu tahun ini, minat investor untuk berinvestasi di Kawasan Grand Pangandaran cukup tinggi.

“Memang dilihat dari minat investor dan pembeli lumayan tinggi, terbukti kemarin di masa Covid malah kita achieve, hingga 2020 kita sudah mencapai 30 persen” kata Alif kepada Bisnis, Senin (29/3).

Hingga kini, pihaknya memang terus mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sehingga arus investasi ke Pangandaran akan terus meningkat.

Ia memperkirakan, dalam 15 tahun mendatang, kawasan ini akan menjadi kawasan pariwisata terintegrasi di mana di dalamnya terdapat kawasan komersial, pusat pariwisata dan juga pusat riset edukasi.

“Konsep kami masih konsisten, secara eksisting yang sudah kita kerjakan, kita inginkan memanfaatkan lahan seluas 200 ha ini berkembang, tanah ini terbengkalai dan kami komit [komitmen] untuk menjadikan sarana pariwisata terpadu,” jelasnya.

Lebih jauh, Alif menjelaskan, hingga kini sudah terbangun ratusan ruko dan puluhan vila Allure di Grand Pandandaran. Ia optimis, para investor akan terus berdatangan ke Grand Pangandaran seiring dengan perkembangan parisiwata di Pangandaran sebagai upaya pemulihan ekonomi daerah.

Alif mengatakan, Grand Pangandaran tidak pernah berjalan sendiri untuk meningkatkan ekosistem investasi. Ia Bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Pemerintah Pusat selalu berkoordinasi untuk mengakselerasi hal tersebut.

“Kita juga berikan CSR untuk Alun-alun Paamprokan,” kata dia.

Saat ini progres Alun-alun tersebut sudah mendekati tahap penyelesaian. Alun-alun Paamprokan memang diproyeksikan menjadi ikon Kabupaten Pangandaran karena memang dibuat menjadi sekeren Alun-alun Gasibu yang ada di Kota Bandung.

Lebih jauh, Alif juga mengatakan saat ini pihaknya terus menggodok konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sempat gugur dalam penilaian Dewan KEK Nasional.

“Kemudian terhadap perencanaan KEK saat ini kami sedang menunggu keputusan Dewan KEK Nasional. Terakhir update yang kita dapat, konsep Grand Pangandaran belum ‘wow’, belum sekelas internasional sehingga dewan KEK belum meloloskan kita ke tahap selanjutnya,” jelas dia.

Namun, Alif memastikan pihaknya tidak akan patah arang. Saat ini ia bersama Pemerintah Daerah tengah mengakselerasi bagaimana infrastruktur dan investor bisa terus masuk ke Pangandaran.

“Tapi kemudian kita tidak patah arang, kita membuat alternatif, kita mendorong Pemda membuat alternatif lain agar infrastruktur dan perekonomian segera masuk ke Pangadaran,” jelasnya. (k34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangandaran
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top