Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sampah Citarum Sudah Berkurang 42 Persen

Dalam dua tahun terakhir, kontribusi sampah yang masuk ke Sungai Citarum berkurang banyak, bahkan sampai 42 persen dibandingkan dengan sebelum program Citarum Harum bergulir.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 19 November 2020  |  14:58 WIB
Penataan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum - Istimewa
Penataan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Dalam dua tahun terakhir, kontribusi sampah yang masuk ke Sungai Citarum berkurang banyak, bahkan sampai 42 persen dibandingkan dengan sebelum program Citarum Harum bergulir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, berdasarkan data pada 2018, terdapat 7.000 ton sampah terbantu tertangani secara langsung dalam penanganan darurat.

Menurutnya sepanjang 2018 sampai 2019, Pemkab Bandung terus melakukan pengembangan infrastruktur pendukung pengolahan sampah, seperti pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara juga bank sampah.

TPS dibangun supaya masyarakat tidak membuang sampah secara langsung ke sungai, sehingga secara tidak langsung TPS akan membantu mengurangi risiko masyarakat membuang sampah ke Citarum atau anak-anak sungainya. Sementara program bank sampah menghasilkan pemasukan bagi pemkab.

"Target PAD bidang pengolahan sampah selalu tercapai," katanya dalam rilis resmi Citarum Harum, Kamis (19/1/2020).

PAD dari pengolahan sampah yang selalu tercapai, merupakan salah satu bukti kalau banyak sampah yang dikelola secara darurat (dibuang ke TPA), sehingga tidak berkontribusi terhadap sampah dibuang secara langsung ke sungai.

Pihaknya mencatat terdapat 2.443 truk yang tidak sampai ke TPA karena sudah selesai di sumber (Rumah Tangga). "Selesai di sumber karena lahirnya banyak bank sampah dan lubang cerdas organik (LCO)," ungkapnya.

LCO merupakan solusi pengolahan sampah organik di masyarakat. Pemkab Bandung memiliki program minimal dua LCO di setiap rumah tangga, agar kontribusi pencemaran dari sampah rumah tangga ke Sungai Citarum bisa terselesaikan sejak dari sumber.

Asep melanjutkan, saat ini di Kabupaten Bandung setidaknya tedapat 36 bank sampah yang dikelola oleh swasta.Bank sampah merupakan salah satu upaya pengurangan kontribusipencemaran sungai.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pengusaha bank sampah, setiap harinya mereka mampu memproduksi atau mendaur ulangsampah sampai 900 ton. "Produksi sampah yang bisa didaur ulang di Kabupaten bandungitu rata-rata 1.400 ton/hari. Artinya 70 persen sampah masuk ke sana(bank sampah)," ucapnya.

Namun sebagian produksi daur ulang di bank sampah yang adadi Kabupaten Bandung berasal dari daerah lain, seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Sementara produksi bank sampah yang berasal dari kabupaten Bandung masih berkisar 450-500 ton/hari.

Walau demikian, jika terdapat 1.400 sampah daur ulang darikabupaten bandung, maka dengan 36 bank sampah yang telahada dengan rata-rata produksi 450-500 ton/hari, maka keberadaan bank sampah sudah mampu mengurangi 30-35 persen sampah yang bisa didaur ulang masuk ke sungai.

"Dengan adanya bank sampah ditambah LCO dan pengolahan lainnya, saya rasa sampah yang masuk ke Citarum dari wilayah kabupaten Bandung sudah bisa berkurang sampai 42 persen," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sungai citarum
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top