Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Cianjur yang Hilang

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad nelayan atas nama Erik warga Kampung Cigebang, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang tenggelam saat mencari ikan menggunakan pelampung dari ban dalam bekas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 November 2020  |  19:51 WIB
Sejumlah kapal tim sar mencari korban Kapal  - ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Sejumlah kapal tim sar mencari korban Kapal - ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad nelayan atas nama Erik warga Kampung Cigebang, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang tenggelam saat mencari ikan menggunakan pelampung dari ban dalam bekas.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi Sabtu, mengatakan memasuki hari kedua pencarian tim gabungan yang terdiri dari SAR Bandung, BPBD Cianjur, Retana dan TNI/Polri serta nelayan setempat, dibagi menjadi dua kelompok yang menyisir tengah laut dan pesisir pantai.

"Pencarian diperluas hingga radius dua kilometer dari lokasi korban dilaporkan hilang tenggelam. Menjelang sore jasad korban akhirnya ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi pertama dilaporkan hilang dalam kondisi sudah tidak bernyawa," katanya.

Jasad korban langsung dibawa ke darat, sebelum diserahkan ke pihak keluarga sempat menjalani visum di pusat layanan kesehatan setempat. Selanjutnya jasad korban dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum di wilayah sekitar.

Ia menjelaskan, selama satu bulan terakhir, pihaknya mendapat dua laporan nelayan hilang tenggelam di dua lokasi berbeda di perairan pantai selatan tepatnya di Kecamatan Cidaun. Keduanya dilaporkan hilang saat mencari ikan di tengah laut yang saat ini tengah mengalami gelombang tinggi.

"Kami sudah mengimbau warga khususnya nelayan di pantai selatan Cianjur, untuk sementara tidak melaut dulu karena gelombang tinggi dan curah hujan yang juga tinggi hingga bulan Desember, sehingga berbagai potensi termasuk kecelakaan laut sulit diprediksi," katanya.

Selama tingginya curah hujan dan gelombang, pihaknya terus mengimbau nelayan untuk tidak melaut, terlebih menjelang puncak La Nina, gelombang laut diperkirakan akan terjadi hingga beberapa meter, sehingga nelayan dan warga di sepanjang pantai selatan, diminta waspada dan segera mengungsi ketika melihat tanda alam.

Sebelumnya Erik nelayan pantai selatan Cianjur, dilaporkan hilang tenggelam saat mencari ikan agak ke tengah laut hanya menggunakan ban dalam bekas mobil bersama beberapa orang nelayan lainnya. Selang beberapa saat, nelayan lainnya tidak menemukan korban, hanya ban bekas yang terombang ambing ombak.

Mendapati hal tersebut, rekan korban yang sempat melakukan pencarian dan tidak membuahkan hasil melaporkan hal tersebut ke aparat setempat dan SAR. Tim gabungan langsung melakukan pencarian, hari pertama pencarian terpaksa dihentikan karena faktor cuaca dan hari sudah malam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal tenggelam

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top