Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bupati Garut Ancam Tutup Industri Kulit yang Merusak Lingkungan

Pemerintah daerah meminta kepada pelaku industri kulit untuk memelihara keadaan lingkungan saat menjalankan bisnis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 September 2020  |  01:30 WIB
Pelaku industri kulit. - ilustrasi
Pelaku industri kulit. - ilustrasi

Bisnis.com, GARUT- Industri kulit yang tidak memiliki IPAL dan mencemari lingkungan akan diberikan sanksi pidana hingga penutupan pabrik.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan industri pengolahan kulit di kawasan Sukaregang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, harus mengikuti aturan yakni memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan dan jika tidak ada IPAL maka bisa dipidana dan ditutup pabriknya.

"IPAL ini wajib, jadi hati-hati yah bagi perusahaan kulit di Sukaregang yang belum memiliki IPAL bisa masuk pada proses pidana, termasuk ditutup," kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Rabu (16/9/2020).

Rudy menegaskan kepada industri kulit karena ada keluhan warga atas bau tak sedap dan terjadinya kerusakan lingkungan sepanjang aliran air sungai kawasan Kota Garut. Usai meninjau daerah yang terdampak pembuangan limbah industri kulit itu, dia mengancam akan menutup perusahaan yang tidak memiliki IPAL.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, kata dia, sedang berusaha merevitalisasi aliran sungai agar tidak tercemar limbah dan IPAL milik pemerintah.

"IPAL yang dibuat oleh Pemprov Jawa Barat saat ini kondisinya tidak berfungsi dan rencananya akan direvitalisasi." katanya.

Dia menambahkan Pemkab Garut juga akan membuat IPAL yang berbentuk beberapa saluran air kecil untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan air limbah di Garut. "Jadi IPAL milik pemerintah akan dibuat saluran-saluran kecil seperti salurannya di Copong," kata Rudy.

Rudy mengatakan harus ada dukungan dari masyarakat dengan tidak mendirikan bangunan di atas saluran air atau sungai karena bisa mengganggu pelaksanaan revitalisasi.

"Mungkin nanti di perubahan anggaran akan mengabulkan dibuatnya bangunan dengan baik, tapi komitmen Pemda Garut supaya di atas sungai ini tidak boleh dibuat bangunan," katanya.

Sebelumnya warga di Garut Kota melakukan aksi mengeluhkan adanya industri kulit di kawasan Sukaregang yang membuang limbah cair ke sungai, sehingga menimbulkan bau tak sedap, dan mengganggu kenyamanan aktivitas masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kulit garut

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top