Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pusat tidak Berikan Data Jumlah Peserta Program Kartu Prakerja ke Daerah?

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat kesulitan mendapatkan data jumlah peserta dari Jawa Barat yang mengikuti program kartu prakerja.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 16 September 2020  |  11:10 WIB
Kolom pendaftaran pada laman prakerja.go.id, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang.  - ANTARA
Kolom pendaftaran pada laman prakerja.go.id, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang. - ANTARA

Bisnis.com,BANDUNG—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat kesulitan mendapatkan data jumlah peserta dari Jawa Barat yang mengikuti program kartu prakerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Jawa Barat Taufik Garsadi mengatakan pihaknya kesulitan mengakses jumlah peserta asal Jawa Barat. Sementara program kartu prakerja saat ini sudah memasuki gelombang ke-8.

“Kami kesulitan data kartu prakerja, saya tidak bisa mengakses, berapa banyak yang ikut dari Jawa Barat,” katanya kepada Bisnis, Selasa (15/9/2020).

Taufik mengatakan kesulitan peroleh data tersebut sudah dirasakan pihaknya sejak gelombang awal program kartu prakerja. Menurutnya pihaknya sudah berkirim surat resmi pada Kementerian Tenaga Kerja agar memberikan perkembangan informasi mengenai data peserta. “Kita sudah bikin surat, berapa banyak yang ikut, tapi belum ada jawaban,” ujarnya.

Bahkan pihaknya pernah bertanya langsung pada Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah perihal kesulitan mendapatkan data resmi tersebut saat bertemu dalam kunjungan kerja ke Bandung. Taufik mengaku Menteri Ida saat itu pun tidak memberikan jawaban yang jelas. “Waktu Ibu Menteri ke Bandung juga saya tanya,” tuturnya.

Menurutnya program kartu prakerja datanya tidak diketahui provinsi mengingat peserta langsung mengakses ke situs utama program. Bagi Taufik data ini penting agar pihaknya mengetahui seberapa lancar atau tidaknya program tersebut.

“Kita tidak tahu berapa yang terserap, ini beda dengan BPJS Ketenagakerjaan yang datanya bisa langsung kita dapat,” paparnya.

Data peserta kartu prakerja ini selain untuk melihat animo juga diperlukan untuk melihat berapa besar anggaran biaya transportasi yang diserap oleh peserta dari Jawa Barat. Tercatat besaran biaya transportasi untuk peserta sebesar Rp650.000.

“Kami coba koordinasikan dengan kabupaten/kota, apakah kesulitan data ini juga terjadi,” katanya.

Sekretaris Disnakertans Jawa Barat Agus Hanafiah menyebutkan, Provinsi Jabar merupakan salah satu penerima jatah terbanyak program kartu prakerja. Menurutnya Jabar menerima jatah kartu prakerja sebanyak 937.511 orang dari formasi nasional yang berjumlah 5,6 juta orang. "Pendaftarannya dilaksanakan sebanyak 30 gelombang, mulai dari 11 April 2020 hingga akhir minggu November 2020," tuturnya.

Program kartu prakerja sendiri menjadi andalan Presiden Joko Widodo yang bertujuan menjadi stimulus bagi para pekerja terdampak Covid-19 untuk tetap bisa menghasilkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar kartu prakerja
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top