Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JELAJAH INVESTASI JABAR-JATENG-YOGYA: Relokasi Jadi Incaran Jabar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih membidik relokasi perusahaan Taiwan dari Tiongkok meski Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan bagi arus investasi ke Jawa Barat pada triwulan III 2020.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  11:25 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih membidik relokasi perusahaan Taiwan dari Tiongkok meski Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan bagi arus investasi ke Jawa Barat pada triwulan III 2020.

Salah satu relokasi perusahaan Taiwan yang sudah terealisasi adalahPT Meiloon Technology lewat PT Meiloon Technology Indonesia (MTI) membangun industri di Subang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan masuknya MTI di Subang merupakan simbol kebangkitan ekonomi Jawa Barat di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya kemampuan Jawa Barat mengendalikan Covid-19 menjadi jalan relaksasi ekonomi. “Saya ingin acara ini memberikan simbol kebangkitan ekonomi di pandemi Covid,” katanya, Jumat (28/8/2020).

Menurutnya realiasi investasi MTI ke Subang sejalan dengan kondisi dimana Jawa Barat rutin menjadi primadona investasi. Nomer satu dalam realisasi investasi pada 2019, Ridwan Kamil berharap tahun ini Jawa Barat masih menjadi tujuan utama investasi. “Saya senang Meiloon memutuskan disini, ini kawasan emas di masa depan,” ujarnya.

Masuk dalam kawasan Segitiga Rebana, lokasi industri MTI menurutnya akan ditopang dengan pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati Majalengka juga ruas tol Cikopo-Palimanan. “Ekspor bisa lewat pelabuhan, bisa lewat bandara. Jalan tol dekat, ada jalur kereta, infrastruktur terbaik ada di sini,” tuturnya.

Pihaknya meminta investasi asing di wilayahnya tetap memaksimalkan pengusaha-pengusaha Jawa Barat. Permintaan ini disampaikan mengingat 53% ekonomi Indonesia menurutnya hanya dikuassai 1% kelompok. “Jangan ada lagi pengusaha Jakarta disini hanya membangun, tapi yang disini hanya jadi penonton,” katanya

Ridwan Kamil juga memastikan pihaknya akan terus meningkatkan kemudahan birokrasi dan proaktif menjemput investasi. Ia juga mengungkapkan Provinsi Jawa Barat menjadi destinasi investasi nomor satu di Indonesia. “Kami punya skenario untuk menggerakkan kembali ekonomi di Jawa Barat. Kami mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk mengerakkan ekonomi,” katanya.

Kendati demikian, menggaet investor yang ingin merelokasi investasi dari China tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maklum, Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain seperti Vietnam maupun Thailand yang menyiapkan berbagai daya tarik untuk menampung relokasi investasi dari China.

Oleh karena itu, Pemerintah dinilai perlu memberi insentif yang bersifat tailor-made seperti pajak, cukai, maupun regulasi non-fiskal lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri. Hal ini menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing industri untuk menggaet relokasi investasi dari China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Investasi
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top