Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelajah Investasi Jabar-Jateng-Yogya: Pandemi Pengaruhi Usaha Kuliner Khas Cirebon

Pandemi Covid-19 mempengaruhi kegiatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, termasuk usaha kuliner khas daerah.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  19:51 WIB
Warung Nasi Jamblang Tulen - Bisnis/Hakim Baihaqi
Warung Nasi Jamblang Tulen - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Pandemi Covid-19 mempengaruhi kegiatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, termasuk usaha kuliner khas daerah.

Di Kabupaten Cirebon, salah satu pengusaha yang mengaku terpukul karena adanya pandemi tersebut, yaitu pemilik rumah makan nasi jamblang.

Di wilayah Desa/Kecamatan Jamblang tepatnya di Jalur Pantai Utara (Pantura), berdiri sebuah warung kecil bernama Warung Nasi Jamblang Tulen. Diketahu warung tersebut merupakam cikal bakal munculnya nasi yang dibungkus daun jati itu.

Pemilik Warung Nasi Jamblang Tulen, HR Radiman, mengatakan, warungnya tersebut baru kembali dibuka sejak bulan lalu, setelah sebelumnya tutup selama empat bulan akibat pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selama empat bulan tutup, HR Radiman, terpaksa merumahkan 11 orang pegawainya, karena warungnya tersebut tidak memiliki cabang di tempat lain.

"Ditutup saja, sesuai anjuran dari pemerintah. Kami pun kehilangan omzet hingga puluhan juta rupiah," kata Radiman saat ditemui Tim Jelajah Jabar Jateng Yogya, Senin (24/8/2020).

Sebelum pandemi covid-19, setiap harinya warung tersebut kedatangan 300 hingga 400 pembeli. Namun setelah dari bulan lalu hingga saat ini, pengunjung yang datang tidak pernah lebih dari 100.

Radiman menuturkan, hingga saat ini belum bantuan atau pun pinjamam modal dari pemerintah daerah atau pun pusat. Padahal, ia sangat menginginkan adanya hal tersebut.

"Kami tidak akan menolak kalau ada bantuan dari pemerintah. Kami berharap pandemi segera berakhir," katanya.

Salah satu makanan yang paling diburu oleh para wisatawan saat berkunjung ke Cirebon yaitu nasi jamblang.

Makanan nasi jamblang, diketahui merupakan sajian nasi yang dikemas menggunakan daun jati dan dicampur dengan berbagai macam lauk andalan, mulai dari telur dadar, sayur tahu, sate kerang, tempe goreng, ikan asin, hingga perkedel kentang.

Kemunculan nasi jamblang, diketahui muncul saat pembangunan pabrik gula dan spirtus di Kabupaten Cirebon pada masa pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1833. Pekerja pada pabrik tersebut merupakan pribumi.

Pada saat itu, seorang pribumi bernama Abdullah Latief, meminta kepada istrinya, Mba Pulung, untuk menyediakan nasi dengan lauk pauk yang dibungkus menggunakan daun jati sebagai cara sedekah dan diberikan kepada pekerja pabrik tersebut.

Setelah diberikan kepada para pekerja, mulai saat itu Mbah Pulung menerima banyak pesanan dari para pekerja yang menganggap bahwa makanan tersebut memiliki cita rasa tinggi, karena dibungkus menggunakan daun jati.

Mulai saat itu para pekerja siap membayar untuk dapatkan makanan tersebut.

Saat ini, makanan nasi jamblang tidak lagi dijual dengan cara keliling, melainkan sudah banyak dijual di kedai-kedai makanan. Salah satu yang tertua yaitu, kedai Nasi Jamblang Tule

Diketahui, warung nasi jamblang di tempat tersebut merupakan warung nasi yang masih mengolah dengan cara tradisional. Berbeda dengan tempat lainnya yang sudah melakukan cara modern.

Untuk menikmati sajian tersebut, pembeli tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena setiap satu menu, dijual dengan harga Rp1.000 sampai Rp40.000, kemudian satu bungkus nasi hanya Rp 2.000 . Warung itu buka setiap hari pada pukul 07.30 WIB sampai 21.30 WIB. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Investasi
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top