Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelajah Segitiga Rebana: Upaya Bank BJB (BJBR) Pulihkan Perekonomian UMKM

BJB mendukung kegiatan UMKM di kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) dengan memberikan sejumlah dukungan seperti kemitraan dan penyaluran kredit.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  19:12 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) terus berupaya memberikan dukungan kepada UMKM di Jawa Barat, khususnya kawasan Segitiga Rebana. Tujuannya agar roda perekonomian di bawah dapat kembali bergerak di tengah pandemi.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto mengatakan bahwa pihaknya mendukung kegiatan UMKM di kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) dengan memberikan sejumlah dukungan seperti kemitraan dan penyaluran kredit. Tercatat hingga Mei 2020 jumlah kredit UMKM yang telah disalurkan BJB ke kawasan Segitiga Rebana mencapai Rp237 miliar.

Dia mengatakan BJB melalui Pola Kemitraan juga telah melakukan kerja sama pembiayaan kepada pelaku usaha UMKM dengan mitra bisnis BJB yang bertindak sebagai offtaker.

Program Pola Kemitraan ini bertujuan untuk memberikan kemudahaan akses pembiayaan bagi para pelaku usaha UMKM untuk kebutuhan finansial usahanya. Selain itu, BJB juga dapat menyalurkan pembiyaan tersebut dengan sehat dan berkualitas.

“Ruang lingkup program pola kemitraan antara lain pembiayaan dan peningkatan skala usaha untuk Sektor produksi (pertanian, perkebunan, pternakan dan lain-lain) dan sektor non produksi (perdagangan),” kata Widi kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Widi menjelaskan bahwa di kawasan Rebana, BJB telah bekerja sama dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia melalui PG Rajawali untuk memberikan dukungan pembiayaan untuk para petani tebu mitra binaan PG Rajawali. Adapun hingga Mei 2020 jumlah penyaluran kredit untuk kerja sama tersebut mencapai Rp150 miliar.

Sebelumnya, Ekonom Indef Eko Listiyanto menilai bahwa sektor UMKM perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah di tengah kondisi pandemi.

Menurutnya, sektor UMKM memiliki peluang bertahan yang besar dan bisa memacu konsumsi. Pasalnya, opsi lain seperti peningkatan investasi akan sulit dicapai. UMKM juga dapat menjadi jaring pengaman di tengah maraknya badai PHK yang terjadi saat ini.

Berdasarkan data Kadin, total karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan akibat pandemi Covid-19 sudah mencapai 6,4 juta orang hingga Juni 2020.

Adapun dari penulusuran dan hasil wawancara tim Jelajah Rebana II dengan pelaku UMKM di kawasan Rebana, Covid-19 memang telah membuat pendapatan UMKM merosot akibat daya beli masyarakat yang menurun, kebijakan pembatasan sosial hingga menurunnya aktivitas eksport karena penutupan pelabuhan di beberapa negara tujuan.

Sekedar catatan Bisnis Indonesia menjalankan program Jelajah Rebana II sejak 22 Juni - 26 Juni 2020, Dalam kegiatan ini, Bisnis Indonesia melakukan penulusuran di kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) untuk menggali potensi di kawasan tersebut. Termasuk kualitas jaringan telekomunikasi operator seluler.

Adapun program Jelajah Rebana ini terlaksana berkat dukungan dari banyak pihak, a.l. Pemprov Jabar, Pemkab Majalengka, Bank BJB, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, BIJB, Disparbud Jabar, JNE, XL dan Telkomsel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Segitiga Rebana
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top