Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelajah Segitiga Rebana: Proses Perizinan di Kabupaten Cirebon akan Dipermudah

Bupati Cirebon menyebutkan sejumlah investor mengeluhkan perizinan yang dilakukan oleh dinas terkait dianggap rumit, bahkan penerbitan izin bisa keluar dalam waktu lebih dari satu tahun.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  19:08 WIB
Bupati Cirebon Imron Rosyadi - Bisnis/Rachman
Bupati Cirebon Imron Rosyadi - Bisnis/Rachman

‎Bisnis.com, CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyebutkan, untuk mempermudah pengembangan KEK Segitiga Rebana, pemerintah daerah sudah merampungkan peraturan bupati (perbub) tentang perizinan.

Keputusan tersebut, saat ini masih dikaji oleh Bagian Umum Sekretaris Daerah Pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Imron mengatakan, sejumlah investor mengeluhkan perizinan yang dilakukan oleh dinas terkait dianggap rumit, bahkan penerbitan izin bisa keluar dalam waktu lebih dari satu tahun.

“Kami ingin merubah sistem yang rumit ini. Kalau sistem benar, investor itu gampang, otomatis akan masuk. Contoh di daerah Cirebon Timur, ada pengusaha yang memaksakan membangun karena izin tidak keluar,” kata Imron kepada tim Jelajah Segitiga Rebana, Rabu (26/6/2020).

Selain itu, dampak tersebut pun berpengaruh terhadap jumlah pengangguran di Kabupaten Cirebon. Saat ini ada 68.000 lebih pengangguran berdasarkan data hingga 2019.

Diketahui, jumlah pengangguran di Kabupaten Cirebon merupakan yang tertinggi di antara 26 kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat. Ia menambahkan, KEK adalah solusi untuk menurunkan jumlah angka pengangguran.

”Kalau pengangguran terus bertambah, permasalahan sosial semakin bertambah, seperti kemiskinan dan kebodohan,” kata Imron.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat, Syaipulah Nasution, menyebutkan, wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), jauh lebih tertinggal dari segi ekonomi dibandingkan wilayah lainnya di Jawa Barat.

Beberapa kelamahan di wilayah Ciayumajakuning yakni, sulitnya birokrasi pemerintah daerah, sulitnya mendapatkan modal, belum adanya kawasan industri khusus, kondisi integritas dan komitmen untuk maju, serta loyalitas tenaga kerja.

"Kami mewakili pemerintah pusat, melakukan pertemuan dengan DPR, DPRD, dan pemerintah daerah membahas hal tersebut. Data itu berdasarkan‎ statistik dari Bea Cukai Cirebon," kata Syaipulah beberapa waktu lalu.

Wilayah Ciayumajakuning memiliki banyak infrastruktur untuk percepatan ekonomi, di antaranya, lokasi strategis (Tol Cipali, Pelabuhan Cirebon, BIJB Kertajati Majalengka‎), ketersediaan tenaga kerja, UMK kompetitif, dan akan beroperasinya Pelabuhan Patimban.

‎Syaipulah mengatakan, dalam waktu dekat Kanwil DJBC Jawa Barat sudah merumuskan untuk mencari beberapa simpul permasalahan yang harus segera dibenahi.

"‎Kekuatan wilayah ini sangat luar biasa. Kami akan mempermudah, layanan kami sudah baik, tidak lebih dari delapan jam semua selesai," katanya.

Jelajah Segitiga Rebana II kembali bisa terlaksana dengan dukungan dari banyak pihak, di antaranya, Pemprov Jabar, Pemkab Majalengka, Bank BJB, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, BIJB, Disparbud Jabar, JNE, XL dan Telkomsel. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Segitiga Rebana
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top