Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ridwan Kamil ke Kertajati, Sambut 68 WNI ABK Diamond Princess

Gubernur Jawa Barat diagendakan menyambut langsung kepulangan 68 WNI yang menjadi ABK di kapal pesiar Diamond Princess. Di kapal pesiar tersebut sejumlah penumpang terinfeksi virus Corona.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 01 Maret 2020  |  10:49 WIB
Ruang tunggu penumpang di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. - Antara
Ruang tunggu penumpang di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikabarkan akan menyambut langsung 68 WNI ABK Diamond Princess.  Ridwan Kamil akan menyambut para WNI itu di Bandara Kertajati, Majalengka.

Berdasar informasi yang diperoleh Bisnis, pesawat dari Jepang yang membawa para WNI itu akan transit di Kertajati. Selanjutnya, para WNI kru Diamond Princess tersebut diberangkatkan dengan kapal dari Indramayu menuju Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Minggu  (1/3/2020) malam.

Seperti diketahui, di kapal pesiar Diamond Princess sejumlah penumpang dikabarkan terinfeksi virus Corona.

“Pak Gubernur akan ke Kertajati selepas menghadiri acara di Cianjur. Dapat telepon dari Pangdam barusan,” demikiran informasi dari pihak protokoler Pemprov Jabar melalui layanan pesan singkat.

Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Salahudin Rafi mengatakan proses penerbangan dari Yokohama ke Kertajati seluruhnya dibawah pengendalian dan koordinasi Kementerian Kesehatan.

“Iya, Kegiatan langsung dibawah Kementerian Kesehatan, Bandara KJT [Kertajati] menyiapkan fasilitas terkait penerbangan,” ujar Salahudin.

Salahudin mengaku pihaknya belum mendapat kepastian pukul berapa pesawat dari Jepang akan mendarat di Kertajati. Pihaknya baru dikabari jika pesawat kemungkinan mendarat malam nanti. “Belum terupdate infonya, rencana malam ini,” kata Salahudin.

Sebelumnya diberitakan bahwa 68 WNI ABK Diamond Princess akan menjalani masa observasi selama 28 hari di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Masa observasi ini berbeda dengan dengan WNI dari Wuhan, yang menjalani observasi selama 14 hari di Natuna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang bandara kertajati ridwan kamil Virus Corona
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top