Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rumah Deret Tamansari Mulai Dibangun Februari 2020

Pemerintah Kota Bandung rencananya akan mulai membangun proyek Rumah Deret Tamansari pada Februari jika tidak ada kendala lagi. Saat ini progres pembangunan dalam tahap pengurusan sejumlah dokumen perizinan seperti sertifikasi lahan dan Izin Mandirikan Bangunan (IMB).
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  13:15 WIB
Eksekusi lahan untuk pembangunan rumah deret Tamansari, Kota Bandung - Antara
Eksekusi lahan untuk pembangunan rumah deret Tamansari, Kota Bandung - Antara

Bisnis.com, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung rencananya akan mulai membangun proyek Rumah Deret Tamansari pada Februari jika tidak ada kendala lagi. Saat ini progres pembangunan dalam tahap pengurusan sejumlah dokumen perizinan seperti sertifikasi lahan dan Izin Mandirikan Bangunan (IMB).

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3), Nunun Yanuati mengatakan, saat ini selain tengah menyelesaikan proses perizinan, pihaknya juga masih terkendala dengan adanya sejumlah oknum masyarakat yang masih menduduki sebagian lahan yang akan dijadikan Rumah Deret.

"Masih ada beberapa yang menduduki (lahan), jadi kita agak kesulitan untuk mulai membersihkan lahan," jelas Nunun, dalam Bandung Menjawab, di Balai Kota Bandung, Kamis (23/1).

Setelah proses awal dipenuhi, maka Nunun menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan Rumah Deret Tamansari Tahap I selama enam bulan sehingga bisa segera dihuni.

"Kemudian dilakukan pengecekan segala hal dan diharap pada Oktober sudah mulai bisa ditempati," ujar Nunun.

Pada pembangunan tahap I ini, Pemkot Bandung menggelontorkan anggaran sekitar Rp 66 miliar untuk pembangunan 180 unit. Dana ini merupakan anggaran dari 2017.

Setelah itu, maka pihaknya akan menunggu penganggaran untuk tahap selanjutnya yang rencananya akan dibangun total 497 unit.

"Seluruhnya nanti dari pembangunan rumah deret ini ada 497 rumah yang diperuntuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," paparnya.

Dalam satu tower rumah deret, Nunun mengatakan akan dibagi menjadi enam hingga 10 lantai. Sementara itu, dalam setiap uniy rumah akan dibagi menjadi dua, ada yang tipe 33 dan tipe 39.

"Jadi dua kamar. Terus di tiap rumah ada lantai mezzanine yang di situ juga bisa dibuat jadi kamar," ungkap Nunun.

Selain itu desain rumah deret akan dibentuk seperti rumah panggung di mana di bagian bawah terdapat toko-toko yang bisa disewa penghuni untuk berjualan. Konsep itu diharap bisa meningkatkan pendapatan para penghuni.

Untuk biaya sewa, Nunun, mengatakan masyarakat bisa menyewa setiap unitnya dalam kisaran Rp300.000 hingga Rp900.000 dan diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Meski demikian, khusus untuk warga Tamansari yang rumahnya tergusur akan mendapatkan penggratisan biaya sewa hingga lima tahun ke depan. Kemudian dalam lima tahun berikutnya bisa membayar setengah harga.

"Untuk berikutnya nanti kita akan evaluasi lagi apakah mereka masih layak tinggal di rumah itu atau tidak," kata Nunun.

Sementara itu salah satu warga RW 11 Tamansari, Syahroni, berterimakasih atas upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pemukiman di sekitar Tamansari. Selama ini kondisi pemukiman di kawasan ini memang kurang baik. Mulai dari udara, air, hingga ruang terbuka hijaunnya tidak memadai.

Namun, dia pun berharap agar ke depan Pemkot Bandung bisa memberikan opsi di mana rumah itu bisa menjadi hak milik.

"Kan lima tahun kita dikasih gratis, terus lima tahun lagi bayar setengah. Nah lima tahun ke depannya kita harap bisa jadi hak milik," kata Syahroni. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top