Grand Pangandaran Target Kantongi Status KEK Akhir 2019

Grand Pangandaran, pengembang kawasan industri pariwisata dan maritim di Pangandaran, menargetkan segera mengantongi status kawasan ekonomi khusus dari pemerintah pusat pada akhir tahun ini.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 04 September 2019  |  17:39 WIB
Grand Pangandaran Target Kantongi Status KEK Akhir 2019
Kawasan Ruko Carita Grand Pangandaran - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG--Grand Pangandaran, pengembang kawasan industri pariwisata dan maritim di Pangandaran, menargetkan segera mengantongi status kawasan ekonomi khusus dari pemerintah pusat pada akhir tahun ini.

Marketing Manager Grand Pangandaran Boas Yudhit Setiawan menuturkan pihaknya tengah melengkapi administrasi untuk mendapatkan status sebagai kawasan ekonomi khusus.

"Target perusahaan akhir tahun ini [status sebagai KEK] bisa keluar," ungkap Boas di sela-sela kunjungan ke Perwakilan Harian Bisnis Indonesia di Bandung, Rabu (04/09/2019).

Grand Pangandaran mengakui perizinan untuk mendapatkan status KEK harus melewati beberapa kementerian. Namun, Boas mengaku optimistis izin status sebagai KEK dapat keluar akhir tahun ini.

Kawasan industri pariwisata dan maritim ini memiliki luas 196 Ha. Menurut Boas, Grand Pangandaran telah membangun 100 ruko, di mana 44 unit dibangun di depan pintu gerbang kawasan dan 56 unit dibangun di dekat jalan raya provinsi.

Selain ruko, dia menuturkan pihaknya telah menyelesaikan 70% pembangunan 68 unit vila The Allure Villas. Dalam pengembangan vila tersebut, Grand Pangandaran bekerja sama dengan Sahid Group.

Selain ruko dan vila, Grand Pangandaran akan membangun hotel ke depannya.

"Dua tahun lagi kami akan bangun hotel bekerja sama dengan Accors Hotel Group," ujarnya.

Saat ini, Grand Pangandaran juga menawarkan 2.000 meter kavling yang siap dikembangkan untuk keperluan komersial, seperti convention hall, villa, mall, theme park dan lain sebagainya.

Mengusung konsep 'Kota Pesisir', Grand Pangandaran akan dikembangkan menjadi pusat perekonomian berbasis sumber daya kelautan. Selain pariwisata, pemerintah Jawa Barat dan Kabupaten Pangandaran ingin mengembangkan pusat riset kelautan bersama dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan. Oleh karena itu, Grand Pangandaran juga menyediakan kawasan khusus 'Marine Technopark'.

Area ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk kolaborasi riset dari berbagai disiplin ilmu dan bisnis, sekaligus dimaksudkan untuk mendorong peluang sebagai inkubator dan startups.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangandaran

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top