Kemenperin Dorong IKM Implementasikan Industri 4.0

Kementerian Perindustrian terus mendorong para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mengimplementasikan industri 4.0, salah satunya melalui kegiatan Workshop Transformasi Industri 4.0 bagi IKM Pakaian Jadi yang dilaksanakan di Luxton Hotel Bandung, Rabu (24/7).
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  17:31 WIB
Kemenperin Dorong IKM Implementasikan Industri 4.0
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (tengah) - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG — Kementerian Perindustrian terus mendorong para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mengimplementasikan industri 4.0, salah satunya melalui kegiatan Workshop Transformasi Industri 4.0 bagi IKM Pakaian Jadi yang dilaksanakan di Luxton Hotel Bandung, Rabu (24/7).

“Implementasi industri 4.0 tidak hanya dilakukan oleh industri skala besar saja, IKM juga mampu namun memang harus distimulasi oleh pemerintah dengan berbagai langkah akselerasi salah satunya melalui workshop ini, sehingga IKM dapat bergerak cepat melakukan adopsi teknologi.” jelas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih.

Gati menyampaikan, pemerintah saat ini terus gencar mendorong pelaku Industri untuk mengimplementasikan industri 4.0. Persaingan bisnis serta kemajuan teknologi mengharuskan para pelaku industri untuk dapat bersiap menghadapi perubahan yang sangat cepat dan dinamis.

“Hal ini tentunya menjadi persoalan yang cukup kompleks bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Adanya keterbatasan biaya dan pengetahuan, para pelaku IKM harus didorong dan diberikan edukasi oleh pemerintah agar mampu bersaing dengan para pelaku industri besar.”jelasnya

Gati menjelaskan, Workshop yang dihadiri lebih dari 100 orang pelaku industri pakaian jadi, akademisi dan stakeholder pembina industri pakaian jadi di Jawa Barat tersebut, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang industri 4.0 dan implementasinya bagi IKM pakaian jadi serta menyosialisasikan program clothing line sebagai salah satu bentuk impelementasi industri 4.0 yang akan dilaksanakan oleh Direktorat IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Direktorat Jenderal IKMA. Platform clothing line ini akan menghubungkan konsumen dengan IKM pakaian jadi dan penjahit

“Tindak lanjut dari kegiatan workshop ini, kami akan melakukan seleksi kepada IKM yang hadir disini untuk kami bentuk ekosistem bisnis dalam platform clothing line yang akan kami kembangkan.”ungkapnya

Lebih lanjut Gati menjelaskan, Platform clothing line merupakan salah satu bentuk implementasi industri 4.0 yang mengintegrasikan antara konsumen, industri fesyen atau pemilik brand, industri bahan baku dan industri konveksi atau penjahit.

“Ekosistem bisnis ini akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Kementerian Perindustrian untuk mengakselerasi kesiapan IKM dalam mengimplementasikan clothing line.”tuturnya.

Pada tahap awal, Gati menjelaskan pihaknya akan melakukan seleksi kepada 20 IKM fesyen dan 30 penjahit yang telah bersertifikat SKKNI.

“Diharapkan ke depan akan semakin banyak IKM fesyen dan penjahit yang dapat tergabung dalam clothing line ini. Manfaat yang diperoleh bagi IKM dengan bergabung dalam clothing line ini antara lain peningkatan kualitas produk dan produktivitas, meningkatnya daya saing serta akses pemasaran yang semakin luas.” jelasnya.

Berdasarkan data BPS, sektor industri pakaian jadi memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional, pada Triwuan I tahun 2019 Industri pakaian jadi tumbuh 23,21% dengan memberikan kontribusi sebesar 0,97% terhadap PDB nasional.

“Kinerja ekspor pakaian jadi terus meningkat, nilai ekspor periode Januari-Mei 2019 mencapai US$ 3,55 milyar, hal ini menunjukkan bahwa industri pakaian jadi Indonesia memiliki kinerja yang baik dan daya saing yang cukup tinggi.” ungkap Gati

Gati juga menyampaikan bahwa jumlah unit usaha industri pakaian jadi di dominasi oleh IKM oleh sebab itu IKM pakaian jadi sangat layak untuk didorong naik kelas melalui implementasi industri 4.0.

Menurutnya implementasi Making Indonesia 4.0 yang sukses akan mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2 persen per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari 5 persen menjadi 6-7 persen pada periode tahun 2018-2030. “Dari capaian tersebut, industri manufaktur diharapkan akan memberikan kontribusi sebesar 21-26 persen terhadap PDB nasional pada tahun 2030.”paparnya.

Gati meyakini, di era industri 4.0, industri nasional membutuhkan konektivitas serta interaksi melalui teknologi, informasi dan komunikasi yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan di seluruh rantai nilai manufaktur guna mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk.

“Diharapkan para peserta workshop yang merupakan pelaku maupun pembina industri kecil dan menengah khususnya sektor industri pakaian jadi, dapat mendapatkan gambaran dan wawasan tentang transformasi yang dapat diterapkan pada industri pakaian jadi dalam menghadapi persaingan bisnis di era industri 4.0 kini.” tutup Gati. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Revolusi Industri 4.0

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top