'Berdesa Jokowi 01' Nilai Prabowo Lecehkan Keberadaan Bandara Kertajati

Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  14:15 WIB

Bisnis.com, BANDUNG -- Barisan Relawan Desa Jokowi 01 (Berdesa) menuntut Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto untuk meminta maaf kepada masyarakat Majalengka dan Jawa Barat terkait kritikannya terhadap keberadaan Bandar Udara Internasional Jawa Barat di Kertajadi, Majalengka pada debat calon presiden ke-2.

Koordinator Berdesa Jokowi 01 Jawa Barat, Indra Sudrajat menilai, pernyataan Prabowo dalam debat pada 17 Februari 2019 lalu yang menyatakan bahwa Bandara Kertajati merupakan bentuk kesalahan dalam pembangunan infrastruktur dan hanya sekadar menjadi monumen adalah bentuk penghinaan terhadap aspirasi warga Jawa Barat yang menginginkan memiliki Bandara Internasional sendiri.

"Kami meminta Capres Prabowo untuk meminta maaf kepada masyarakat Majalengka khususnya, dan Jawa Barat pada umunya, pernyataan tersebut memperlihatkan oposisi yang asal oposisi," kata Indra di Posko Berdesa, di Jalan Banda, Kota Bandung, Rabu (20/2).

Menurut Indra, BIJB merupakan bandara kebanggaan masyarakat Majalengka dan Jawa Barat. Dengan adanya bandara tersebut, sangat terasa geliat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar Kertajati.

"Bandara Kertajati yang letaknya di lingkungan desa telah menjadi spirit bagi tumbuhnya kreativitas warga desa terutama untuk industri rumahan di sekitar bandara.

Lebih jauh, Indra juga mengkritisi pernyataan Praboo yang seakan menutup mata terhadap prestasi petahana, Joko Widodo dalam mengembangkan infrastruktur nasional.

Seperti pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, dan juga bandara dikritisi sebagai bentuk tidak efisien oleh Prabowo. Sebaliknya, Indra menilai Prabowo enggan mengakui bahwa prestasi pembangunan Jokowi selama kepemimpinannya adalah salah satu bentuk upaya konektifitas antar daerah untuk meningkatkan perekonomia.

"Jadi pemahaman efisiensi ala Prabowo Subianti terkait kritik pembangunan ini tidak mendasar," katanya.

Selain itu, Indra menuturkan pembangunan infrastruktur oleh Jokowi dalam rentang waktu hampir lima tahun telah sejalan dengan tuntutan masyarakat.

"Perlahan tapi pasti peran infrastruktur mampu mendorong pertumbuhan masyarakat tidak terkecuali masyarakat pedesaan yang menjadi sumber penghasil bahan-bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandung raya

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top