Bisnis.com, BANDUNG - Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memperingati Dies Natalis ke-62 dalam sebuah acara dengan mengangkat tema Kebersamaan dalam Keberagaman di Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG) Kampus Unpar, Selasa (17/1/2016).
Dalam kesempatan ini hadir Ketua Majelis Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Dwiwahju Sasongko, Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ketua Pengurus Yayasan, Koordinator Kopertis Wilayah 4 dan jajaran dosen dan staf serta sivitas academica Unpar.
Rektor Unpar Mangadar Situmorang mengungkapkan dalam usianya yang menginjak ke-62 tahun, posisi dan capaian Unpar saat ini perlu disyukuri dan dihargai sebagai kontribusi dari banyak pihak.
"Jika ukurannya akreditasi, hampir semua prodi Sarjana itu sudah terakreditasi A. Kami memamg mengarahkan bahwa program studi Magister maupun Doktor itu bisa menyusul akreditasi A," ujarnya.
Mangadar menambahkan target akreditasi berikutnya adalah akreditasi institusi yang disebut AIPT atau Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi.
"Itupun menjadi target capaian kami, kalau boleh di tahun ini untuk terakreditasi A. Itu capaian yang ingin kami raih di 2017," ungkapnya.
Terkait penjaminan mutu untuk persaingan global ini, Mangadar mengungkapkan pihaknya telah memiliki mekanisme internal yang disebut SPMI atau Sitem Penjaminan Mutu Internal.
"Ini secara rutin kami melakukan yang disebut dengan AMI atau Audit Mutu Internal baik itu dengan penyelenggaraan pengajaran, administrasi, layanan akadmeik, dosen, dan sebagainya," paparnya.
Tidak berhenti di sana, Mangadar mengatakan akreditasi penting sebagai pengakuan resmi (official recognition). Namun, pihaknya juga menekankan substansi yang lebih mendasar.
"Memang yang ingin kami kejar selalu adalah yang substansial yang lebih mendasar, supaya mahasiswa yang datang Ke Unpar betul-betul bsia mendapatkan pendidikan yang high quality dan kelak mahasiswa ini selesai kuliah, mereka memang memiliki komptensi yang dibutuhkan masyarakat, dunia usaha, dan untuk selanjutnya mereka berkembang," jelasnya.
Dia mengatakan hal ini sudah terbukti bahwa lulusan Unpar mempunyai daya saing berkompetisi yang tinggi dengan lulusan dari tempat lain dan dapat berkarya dimanapun.
"Ini bukti nyata, pengakuan yang bersifat regional atau internasional, dalam tataran yang bersifat formal official memang perlu, kami juga mengakui itu perlu meskipun kami tetap menekankan pada aspek yang lebih substansial, yang lebih intinya bahwa lulusan Unpar bisa bekerja, bersaing, dimanapun mereka berada," katanya.
Selain itu, di Dies Natalis ke-62 ini Unpar mengangkat tema Kebersamaan dalam Keberagaman. Mangadar mengungkapkan sejak pendiriannya Unpar mengusung tema keberagaman, rasa hormat terhadap perbedaan. menurutnya ini karena Unpar menyadari betul potensi kekuatan tersebar dan jika kekuatan tersebut bisa dihimmpun dan dihargai dapat menjadi kekuatan yang luar biasa untuk membangun.
"Unpar sejak awal juga sudah membuka diri terhadap mahasiswa, pegawai, atau siapapun tanpa melihat latar, suku, agama, atau daerah untuk bersama-sama menyelenggarakan pendidikan tinggi ini dan untuk menuntut ilmu di sini. Itu yang menjadi kekuatan Unpar, kebersamaan dalam keberagaman ini," ucap Mangadar.
Dalam kesempatan ini, Unpar juga memberikan apresiasi berupa penghargaan dalam bidang pengajaran, bidang penelitian dan pengabdian masyarakat serta kinerja kepada dosen, program studi, dan fakultas yang berprestasi.
Adapun penghargaan tersebut diantaranya penghargaan masa bakti untuk Dosen Luar Biasa, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dosen terbaik kategori penelitian, dosen terbaik fakultas, dan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
"Terima kasih dan selamat kepada para dosen Unpar yang telah menjiwai perannya sebagai pendidik profesional sekaligus ilmuwan. Semoga satu tahun ke depan ini,s epanjang 2017, ada peningkatan penelitian dan publikasi secara signifikan sebagai karya bersama menuju the Great Unpar," ujarnya.
Sementara itu, Wakil rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Budi Husodo Bisowarno mengungkapkan setiap Dies Natalis unpar, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada MSyarakat (LPPM) selalu menerbitkan buku berisi karya ilmiah hasil dari para dosen Unpar sejak tahun 2013.
"Untuk seluruh komunitas Unpar, buku ini merupakan tanda syukur awal tahun atas prestasi dosen Unpar di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu juga menjadi sarana komunikasi dan akuntabilitas kepada semua pemangku kepentingan yang dapat menjadi pembanding sekaligus pendorong untuk target capaian untuk jangka waktu tertentu di masa-masa datang," jelasnya. (k5)
Dies Natalis ke-62 Unpar, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Untuk Lulusan Berdaya Saing
Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memperingati Dies Natalis ke-62 dalam sebuah acara dengan mengangkat tema Kebersamaan dalam Keberagaman di Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG) Kampus Unpar, Selasa (17/1/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru

9 jam yang lalu