Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Masih Kekurangan Balai Latihan Kerja

Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia mengaku kekurangan anggaran dari APBN untuk pembangunan balai latihan lerja di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini total BLK di Indonesia ada 276 unit, 14 di antaranya milik pemerintah pusat, sisanya milik pemerintah daerah.
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri/Antara
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri/Antara

Bisnis.com, BANDUNG--Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia mengaku kekurangan anggaran dari APBN untuk pembangunan balai latihan lerja di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini total BLK di Indonesia ada 276 unit, 14 di antaranya milik pemerintah pusat, sisanya milik pemerintah daerah.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri mengatakan anggaran kementerian tahun 2015 ini hanya berkisar ratusan miliar sementara dana pembangunan BLK untuk Kabupaten Bandung yang sesuai maket saja masih kurang Rp97miliar dari total pengajuan Rp117miliar.

"Kalau anggaran kementerian untuk BLK hanya Rp100 miliar, berarti hanya membantu untuk satu kabupaten. Makanya, ini butuh komtimen dari pemerintah maupun DPR untuk BLK yang tujuannya untuk percepatan peningkatan kualitas tenaga kerja," ujarnya di Bandung, Kamis (19/3/2015).

Hanif melanjutkan BLK yang ada sekarang belum semuanya mampu beroperasi efektif. BLK yang ada belum melakukan program-program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan daerah dengan jumlah dan frekuensi yang memadai sesuai kebutuhan tenaga kerja Indonesia.

Dia berpendapat harus ada terobosan dalam percepatan untuk pembangunan BLK dengan politik anggaran di semua level baik itu pemerintah pusat, pemprov, dan pemkot/pemkab. Dalam tahun ini Kemenaker RI berupaya menyiapkan gedung, inrastrtukur, instruktur, peralatan, dan subsidi program untuk peserta pelatihannya.

Mengnai lulusan BLK, Hanif mengatakan total alumni saat ini hanya 80.000 orang per tahun. "Saya sendiri berharap bisa mencapai 500.000-1 juta per tahun. Untuk itu saya minta ke Dirjen Pelatihan dan Pembinaan Tenaga Kerja untuk membuat roadmap agar pelatihan di BLK bisa mencapai angka tersebut."

Hanif melanjutkan, jumlah BLK yang dibutuhkan akan dipetakan lagi, sambil menunggu roadmap  yang tengah dipersiapkan. Baginya, untuk penambahan BLK yang harus diperhatikan dulu berapa sebenarnya SDM yang harus dipenuhi untuk berkompetensi.

"Kalau target 500-1 juta tercapai dan sudah terlatih, baru jumlah BLK kemudian disesuaikan, apakah ditambah atau lainnya," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Newswire
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro