Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

4 Perancang Busana Muslim Rilis Koleksi Baru di Indonesia Fashion Week 2015

Empat perancang busana muslim memperagakan koleksi dengan utama Caravansary di hari kedua Indonesia Fashion Week 2015 di JCC, Jumat (27/2/2015).
Peragaan busana muslim Indonesia Fashion Week 2015/Jibiphoto
Peragaan busana muslim Indonesia Fashion Week 2015/Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA -- Empat perancang busana muslim memperagakan koleksi dengan utama Caravansary di hari kedua Indonesia Fashion Week 2015 di JCC, Jumat (27/2/2015).

Keempat berancang mode itu adalah Nuniek Mawardi, Nieta Hidayani, Si-Se-Sha by Merry Pramono dan Tuty Adib.

Caravansary yang berarti tempat pemberhentian sejenak di dalam satu perjalanan yang jauh. Tema utama itu boleh sama, tapi hasilnya berbeda, karena setiap perancang mempunyai ciri khas.

Nuniek Mawardi dengan tema Future Caravansary, Nieta Hidayani dengan Line de feu (bulan api), Si.Se.Sha by Merry Pramono dengan tema Tulipo dan Tuty Adib dengan Kanasih.

Nuniek mengambil inspirasi dari perjalanan kafilah yang melalui gurun pasir. Warna gurun itu diambilnya sebagai pilihan warna busana.

Dalam satu perjalanan itu, katanya, ditemukan banyak artefak.  Lalu  artefak-artefak itu diwujudkan ke dalam bentuk aksen pada bagian depan rok. Artefak-artefat itu dibuatnya dengan menggunakan kain-kain daur ulang menjadi bentuk yang bernilai seni.

Nuniek juga menghadirkan penambahan kapuchong pada kerudung bergok, sehingga terlihat tampil beda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Busana itu tampil elegan dan feminin dengan garis potungan A-line.

Berbeda dengan rancangan Nieta yang mengangkat kain ulos dengan rancangan busana gaya global. Dari bahan tenun ulos yang berkesan keras itu dirancang berupa atasan yang berkesan feminin dipadukan dengan rok lebar.

"Saya coba bawa tenun yang keras,dijadikan feminin, lembut, elegan," kata Nieta setelah peragaan busana itu.

Kemudian Tuty mengangkat tradisi lokal dari Jawa, melalui tema Kinasih yang terinspirasi untuk berdiam, merenung kembali tradisi masa lalu dan dikemas secara modern.

Inspirasi  tradisi itu dapat berupa motif,  wiru, dodot, kebaya Jawa. Motif-motifnya antara lain motif parang, kaung. Dipadukan dengan kemegahan struktur candi. "Motif batik tradisional saya tampilkan secara modern," kata Tuty.

Selain motif, Tuty juga mengambil inspirasi dari wiru dan kebaya khas Jawa. Melalui busana itu, Tuty mewujudkan suatu kebahagiaan dan keharmonisan.

Dia memadukan warna klasik hitam, putih dan diberikan sentuhan pink, atau abu dan pink.

Sementara bahan yang digunakan antara lain batik, tenun, sutra, sutra organdi. Secara keseluruhan, busana rancangan Tuty tampil anggun, elegan, dan modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Ajijah
Sumber : JIBI
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper