Progres Pembangunan Pabrik Katalis di Karawang Sudah Mencapai 90 Persen

Pabrik yang digagas PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI) itu, berdiri di lahan seluas 2 hektare di Kawasan Industri Kujang Cikampek (KIKC).
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, KARAWANG - Di Kabupaten Karawang, saat ini telah berdiri sebuah pabrik yang siap memproduksi katalis buatan anak bangsa.

Pabrik yang digagas PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI) itu, berdiri di lahan seluas 2 hektare di Kawasan Industri Kujang Cikampek (KIKC).

Project Manager PT KSI Yoyon Daryono menuturkan progres pembangunan pabrik katalis pertama di Indonesia ini sudah mencapai 90 persen. Adapun PT KSI sendiri merupakan wujud nyata sinergi antara perusahaan BUMN dengan lembaga pendidikan dan para ilmuwan.

"Progres pembangunannya, saat ini dalam tahap finishing pabrikasi dan konstruksi. Kami targetkan semua pengerjaan selesai di pekan terakhir Februari 2023," ujar Yoyon dalam keterangannya, Kamis (9/2/2022).

Dia menjelaskan, pembangunan pabrik katalis ini sejalan dengan misi pemerintah Indonesia dalam upaya mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil dan pengurangan gas rumah kaca.

Menurut dia, pembangunan pabrik katalis ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mandiri dalam teknologi proses dan ketahanan industri.

Katalis sendiri, merupakan zat atau material untuk mempercepat dan mengarahkan reaksi kimia saat mengkonversi suatu bahan baku menjadi bahan lain yang diinginkan.

Misalnya, dalam pembuatan bahan bakar nabati (BBN), katalis berfungsi untuk mempercepat reaksi dalam proses perubahan minyak sawit atau minyak buah jarak menjadi BBN.

Bahan bakar nabati ini kedepan diproyeksikan untuk banyak digunakan. Sebab, BBM dari minyak bumi bersumber fosil akan semakin habis karena tidak dapat diperbaharui.

Dengan katalis, Indonesia bisa mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam kehidupan sehari-hari, termasuk itu bensin, bahan bakar diesel bahkan bahan bakar pesawat terbang atau avtur.

Pembuatan katalis sebagai penyokong energi searah dengan misi pemerintah untuk migrasi ke energi yang bisa diperbaharui dan ramah lingkungan. Bahan bakar nabati akan menjadi opsi selain kendaraan listrik.

PT Katalis Sinergi Indonesia, akan memproduksi katalis hydrotreating sebagai bahan penting dalam pembuatan bahan bakar nabati yang merubah minyak sawit menjadi green diesel (D100). Selain itu, PT KSI juga bisa membuat katalis oleochemical untuk beragam industri.

"Perusahaan ini diproyeksikan bisa membuat 7 jenis produk katalis, yaitu 4 jenis katalis hydrotreating dan 3 jenis katalis oleochemical. Desain kapasitas pabrik ini adalah 800 ton per tahun," kata dia.

Produksi itu, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan katalis dalam negeri. Alhasil, ketergantungan impor katalis selama ini bisa terkikis. Sehingga, Indonesia tidak perlu mengimpor hampir seluruh kebutuhan katalis dari luar negeri.

"Dengan berdirinya pabrik ini, kita upayakan kemandirian agar tidak tergantung kepada bangsa asing. Kita buktikan jika Indonesia mampu membuat katalis sendiri," ujar Direktur Utama PT KSI Achmad Setiawan dalam sambutanya beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, PT KSI merupakan satu konsorsium dari gabungan beberapa perusahaan. Yakni, PT Pupuk Kujang, telah bergabung dengan PT Pertamina Lubricant, dan PT Rekacipta Inovasi (ITB). (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Asep Mulyana
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper