Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cuaca Buruk, Harga Cabai di Kabupaten Cirebon Kembali Naik

Harga cabai di pasar tradisional Kabupaten Cirebon mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir ini.
Pedagang merapikan dagangannya di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11). Bank Indonesia (BI) melaporkan consensus forecast pada November 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yakni di level 5,9% (year-on-year/yoy). JIBI/Bisnis/Abdurachman
Pedagang merapikan dagangannya di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11). Bank Indonesia (BI) melaporkan consensus forecast pada November 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yakni di level 5,9% (year-on-year/yoy). JIBI/Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, CIREBON - Harga cabai di pasar tradisional Kabupaten Cirebon mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir ini. Cuaca buruk diklaim mendorong kenaikan harga komoditas tersebut.

Berdasarkan pantauan harga di Pasar Pasalaran, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Senin (9/1/2023), melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan harga.

Cabai merah besar, akhir Desember 2022 dijual dengan harga Rp22.400 per kilogram. Saat ini, harga salah satu komoditas tersebut melonjak menjadi Rp22.400 per kilogram.

Kemudian, cabai merah keriting kini dijual dengan harga Rp38.800 per kilogram. Sementara pada beberapa pekan lalu, berada di angka Rp38.000.

Sedangkan untuk cabai rawit merah yang beberapa pekan lalu dijual dengan harga Rp51.000 per kilogram. Kini, menembus angka Rp80.000 per kilogram.

Pedagang sayur di Pasar Pasalaran, Maman mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak distributor, kenaikan harga terjadi akibat cuaca buruk yang mengakibatkan cabai yang ditanam mengalami kerusakan.

“Kalau ada gagal panen karena hujan terus, biasanya harga cabai pasti naik. Pasokan dari distributor juga tidak banyak,” kata Maman di Kabupaten Cirebon, Senin (9/1/2023).

Sementara itu, di Desa Bayalangu Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, sejumlah petani cabai mengeluhkan cuaca buruk yang terjadi menyebabkan cabai yang ditanam mengalami gagal panen.

Akibat gagal panen tersebut, petani beberapa kali membuang cabai gagal tersebut ke ruas jalan karena tidak bisa dijual.

“Petani cabai merah saat ini yang seharusnya meraih keuntungan justru terpuruk di masa akhir panen. Bahkan biaya produksi pun tidak tertutupi dari pendapatan hasil panen. Jika dikalkulasikan, kata dia, lahan satu hektare yang semestinya bisa menghasilkan sekira 1 ton, saat ini hanya mampu panen sekitar 2,5 kuintal,” kata petani cabai, Tarjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper