Shifting dari Industri Tekstil, Pengusaha Bandung Sukses Bangun Duraking Sport & Outdoor

Hingga kini, produk Duraking sudah diekspor ke berbagai negara dengan omzet hingga Rp110 miliar per tahunnya.
Berawal dari industri kain tekstil dan benang layang-layang, kemudian berubah menjadi industri garmen dan alat pancing.
Berawal dari industri kain tekstil dan benang layang-layang, kemudian berubah menjadi industri garmen dan alat pancing.

Bisnis.com, BANDUNG - Billy Linjaya Lesmana adalah seorang entrepreneur asal Bandung yang membesarkan brand Duraking Sports and Outdoor. Baginya, banyak pelajaran yang bisa diambil dari lika-liku bisnisnya selama ini.

Berawal dari perusahaan perorangan milik ayahnya, yang pada saat itu bergerak di bidang industri kain tekstil dan benang layang-layang, Billy memutuskan untuk ikut terjun pada 2006.

Langkah awal yang dilakukan adalah mengubah perusahaan perorangan menjadi PT Pancajaya Sejati.

Menurut Billy, seorang pengusaha harus memiliki kemampuan agile thinking yang baik karena banyak hal yang harus berubah sesuai dengan keadaan.

Seperti yang terjadi di PT Pancajaya Sejati, berawal dari industri kain tekstil dan benang layang-layang, kemudian berubah menjadi industri garmen dan alat pancing. Salah satu pemicunya adalah surutnya industri kain tekstil pada 2009.

“Pada saat itu, usaha kain tekstil sedang mengalami sunset, akhirnya kami menjual seluruh mesin tekstil. Selain itu, harga mesin juga sedang bagus-bagusnya, sehingga decision untuk exit di 2009 merupakan decision yang baik menurut saya.”

Kemudian pada 2011, Billy memutuskan untuk mengembangkan industri alat pancing yang berbekal dari pengalaman di industri benang layang-layang sebelumnya. Saat itu lah, Duraking lahir.

Setelah terjun ke industri alat pancing, Billy kemudian melihat peluang bisnis. Menurutnya pada saat itu belum ada brand lokal yang menyediakan apparel untuk para pemancing di Indonesia dengan kualitas tinggi.

Kegelisahan tersebut menjadikan awal mula evolusi Duraking ke dalam industri garmen pada 2017. Selain itu, kejeliannya dalam melihat peluang membuat Billy mulai melihat potensi baru, yaitu kemunculan beberapa tren olahraga, seperti tren lari dan bersepeda.

Dari tren tersebut, tercetuslah ide untuk menjadikan Duraking sebagai “one full stop brand” bagi berbagai kegiatan olahraga dan lifestyle.

Hingga kini, produk Duraking sudah diekspor ke berbagai negara dan mencapai omzet hingga Rp110 miliar per tahunnya dari hasil penjualan Duraking Fishing dan Duraking Outdoor Sports.

Di 2023 ini, pada segmen industri garmen, Duraking akan merilis produk-produk yang dapat digunakan di berbagai cabang olahraga dan outdoor activities, seperti extreme sport, casual sport, dan street sport. Sedangkan dari segmen industri alat pancing, Duraking akan merilis beragam program yang lebih melibatkan komunitas mancing di dalamnya.

Hal tersebut sejalan dengan strategi terbaru Billy untuk menjadikan Duraking sebagai top of mind brand dari beragam kegiatan outdoor dan semakin dekat dengan komunitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper