Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebih dari 3.000 Hewan Ternak di Garut Tertular PMK, 75 Lainnya Mati

Satauan Tugas Pengendalian Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Garut menyebutkan sebanyak 3.452 ekor hewan ternak di wilayahnya terpapar PMK.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 26 Juni 2022  |  15:43 WIB
Lebih dari 3.000 Hewan Ternak di Garut Tertular PMK, 75 Lainnya Mati
Seorang dokter hewan menyiapkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, GARUT - Satauan Tugas Pengendalian Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Garut menyebutkan sebanyak 3.452 ekor hewan ternak di wilayahnya terpapar PMK.

Ketua Satgas Penanganan PMK Kabupaten Garut, Sofyan Yani menyebutkan, jumlah hewan ternak yang sudah diperiksa sebanyak 5.227. Artinya, lebih dari separuhnya terpapar penyakit tersebut.

"Sebanyak 1.749 ekor hewan ternak sudah berhasil disembuhkan," kata Sofyan Yani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (26/6/2022).

Sofyan mengatakan, meskipun jumlah kasus PMK di Garut relatif tinggi, angka kesembuhan jauh lebih besar dibandingkan dengan angka kematian pada hewan ternak.

Pihaknya mencatat, jumlah hewan ternak yang mati akibat penyakit tersebut hanya sebanyak 75 ekor dan didominasi oleh sapi.

"Wabah PMK kini sudah menyebar di 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut," ujar Sofyan yang juga merupakan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut.

Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran PMK, satgas melakukan sejumlah langkah. Di antaranya, karantina wilayah, biosekuriti, pengobatan ternak bergejala PMK, dan penyemprotan disinfektan di area kandang terdampak.

Kemudian, dilakukan pula vaksinasi untuk kekebalan imunitas hewan ternak. Prioritas dalam program tersebut, yakni bagi sapi perah dan sapi bibit.

"Vaksinasi kedua dilaksanakan dalam waktu empat minggu, dan booster diberikan enam bulan kemudian. Sementara itu, menjelang hari Raya Idul Adha pengawasan lalu lintas ternak masuk dan keluar Kabupaten Garut semakin diperketat melalui diberlakukannya chek point yang bekerjasama dengan instansi terkait," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top