Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MUI Minta Ramalan Soal Nasib Eril Dihentikan!

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rahmat Syafei meminta masyarakat bersikap cerdas dan tak mempercayai ramalan para paranormal.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 29 Mei 2022  |  13:52 WIB
Emmeril Khan Mumtaz (kiri) saat bersama ayahnya, Ridwan Kamil. - Instagram
Emmeril Khan Mumtaz (kiri) saat bersama ayahnya, Ridwan Kamil. - Instagram

Bisnis.com, BANDUNG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rahmat Syafei meminta masyarakat bersikap cerdas dan tak mempercayai ramalan para paranormal.

Hal itu dikatakan Rahmat menyikapi munculnya ramalan tentang nasib Emmeril Khan Mumtaz (Eril) yang terseret Sungai Aare, Bern, Swiss.

"Kami juga mendengar banyak komentar yang tidak pada tempatnya. Statment paranormal itu jangan didengar lah. Paranormal itu kan dalam pandangan agama itu perdukunan, mengikuti pandangan, paranormal, dukun mendengarkan peramalan itu sudah dikeluarkan fatwa haram," ujar Rahmat saat dihubungi lewat sambungan telepon, Minggu (29/5/2022).

Rahmat berharap masyarakat bisa ikut berempati dan tak memperkeruh situasi saat orang lain sedang mendapat musibah. Rahmat pun merasa ironis melihat fenomena hadirnya para peramal dan seolah diberi panggung dalam tiap musibah besar.

"Kepada masyarakat jangan memperkeruh suasana dengan mengomentari pendapat paranormal seolah membenarkan. Dalam suasana seperti ini kita prihatin karena perdukunan itu dihidupkan dalam tiap peristiwa. Para dukun diberi ruang untuk berstatment, padahal dalam pandangan agama perdukunan itu tidak boleh," tuturnya.

"Jadi masyarakat jangan mudah percaya. Saya sebagai MUI harus menyampaikan bahwa perdukunan tidak boleh diikuti. Masyarakat juga diimbau tidak memberikan pembenaran, harusnya memberikan pencerahan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil Emmeril Khan Mumtaz
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top