Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teh Jabar Dahulu dan Kini, Perlu Adanya Cara Naikkan Nilai Jual Teh

Setelah dalam beberapa tahun terakhir kopi asal Jawa Barat berhasil naik daun, kali ini produk minuman lainnya yakni teh sedang digalakkan agar mampu kembali menjadi primadona sebagai produk unggulan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  13:40 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Barat Herawanto (kiri) mencoba produk teh saat meninjau Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2022 usai pembukaannya di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/5).  - Bisnis
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Barat Herawanto (kiri) mencoba produk teh saat meninjau Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2022 usai pembukaannya di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/5). - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Jawa Barat menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah teh.

Setelah dalam beberapa tahun terakhir kopi asal Jawa Barat berhasil naik daun, kali ini produk minuman lainnya yakni teh sedang digalakkan agar mampu kembali menjadi primadona sebagai produk unggulan.

Pemilik Oza Tea Oza Sadewo mengatakan setidaknya 80 persen produk teh di Indonesia berasal dari perkebunan di Jawa Barat. Angka statistik ini sebenarnya menjadi modal tersendiri bagi Jawa Barat untuk menaikan kembali kelas teh asli Jabar agar bisa merajai pasar tidak hanya domestik tapi juga ekspor.

Sedangkan, menurutnya saat ini lahan perkebunan teh yang ada di Indonesia itu 25 persennya di kuasai negara yakni oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 20 persennya oleh swasta dan sekitar 55 persen oleh masyarakat. Dan mayoritas lahan tersebut kata dia ada di Jawa Barat.

"Dulu itu pada saat zaman Hindia Belanda, perkebunan teh yang sukses menghasilkan produk teh berkualitas dan diekspor ke Eropa adalah perkebunan Wanayasa yang ada di Purwakarta," jelas Oza kepada Bisnis belum lama ini.

Jejak sejarah ini semestinya bisa menjadi petunjuk bagi pemangku kepentingan dan juga pelaku agrobisnis bagaimana produk teh Jawa Barat memiliki catatan dengan tinta emas sebagai salah satu komoditas yang menjanjikan.

Namun, nyatanya di lapangan yang terjadi sebaliknya. Literasi tentang dunia teh masih sangat minim. Bukan hanya dari tingkat petani, tapi juga di tingkat masyarakat umum sebagai penikmatnya.

Bagi Oza, langkah besar untuk menaikan kembali kelas teh di hati masyarakat diawali dengan langkah sederhana, yakni mengapresiasi para petani teh dengan membeli hasil panennya dengan harga yang pantas.

Setelah itu, sembari berjalannya waktu, Oza yang juga merupakan salah seorang tea master, perlahan menularkan literasi soal dunia teh yang lebih kekinian ke arah pengolahan specialty tea.

"Padahal hanya dengan alat sederhana, yakni wajan, petani bisa menaikan nilai teh produksinya dengan pengolahan specialty tea," imbuhnya.

Untuk itu, ia juga mengajak pemangku kepentingan untuk turun tangan jika memang ingin menjadikan teh sebagai komoditas unggulan dalam negeri.

"Saya juga ajak Bank Indonesia, pemerintah untuk menjadikan pengolahan teh ka arah sana," jelas dia.

Saat ini, Oza sendiri terus mengepakkan sayap bisnisnya di Kota Bandung dan berhasil memasarkan produk olahan specialty tea nya ke berbagai daerah. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia teh
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top