Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Helix Genomic Hadirkan Layanan Canggih Bisa Deteksi Dini Kelainan Genetik

Kanker di Indonesia saat ini masih menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Setidaknya kasus baru dan kematian akibat kanker di Indonesia naik hampir 10 persen.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 21 April 2022  |  20:40 WIB
Helix Genomic Hadirkan Layanan Canggih Bisa Deteksi Dini Kelainan Genetik
Ilustrasi ibu hamil

Bisnis.com, BANDUNG - Kanker di Indonesia saat ini masih menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Setidaknya kasus baru dan kematian akibat kanker di Indonesia naik hampir 10 persen.

Untuk itu, dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam pencegahan dan deteksi dini kanker, Helix Genomic menghadirkan layanan berteknologi canggih untuk skrining genom dengan metode Next Generation Sequencing (NGS) dan biomolekuler yang lengkap dan terjangkau bagi masyarakat.

Terlebih, lembaga kesehatan dunia (WHO) melansir data tahun 2020 sebesar 400.000 kasus baru dan 230.000 menyebabkan kematian akibat kanker. Kanker payudara dan kanker serviks menjadi silent killer paling berbahaya bagi wanita.

PT Heksa Lingkar Diagnostiks atau dikenal dengan Helix Laboratorium & Klinik bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, GC Genome, meluncurkan Helix Genomic akhir pekan lalu.

Helix Genomic menyediakan layanan skrining berbasis NGS bagi janin dan bayi baru lahir seperti Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) untuk mendeteksi adanya sindrom Down/Edward/Patau pada janin; I-Screen Neonatal Test untuk deteksi dini disabilitas pada bayi baru lahir; hingga Prenatal Carrier Screening Test untuk mendeteksi risiko bawaan pada ibu.

“Selain pemeriksaan kelainan janin, layanan Helix Genomic juga akan mencakup pemeriksaan genetik untuk mengetahui risiko kanker seperti kanker payudara, kanker ovarium dan beberapa jenis kanker lainnya," kata Direktur Helix Laboratorium Muhareva Raekiansyah, dalam keterangan resminya, Kamis (21/4/2022).

Teknologi mutakhir perusahaan global dari negeri K-Popers ini diklaim mampu mendeteksi risiko penyakit dan kelainan genetik melalui metode Next Generation Sequencing (NGS) yang memungkinkan untuk melakukan skrining pada genom manusia. NGS memiliki keunggulan untuk melakukan sekuensing gen dengan sensitivitas dan keakuratan tinggi sehingga dapat dikembangkan untuk melakukan pemeriksaan terkait genom.

Hyerin Kim, Manager Overseas GC Genome Korea Selatan, menegaskan pihaknya meyakini kompetensi dan profesionalitas Helix sebagai partner global untuk pelayanan kesehatan berteknologi canggih di Indonesia. Hal ini menguatkan kredibilitas Helix yang dinahkodai duo alumni Fakultas Teknik UI dan Farmasi ITB, Hendry dan Rohni.

Sementara itu, Manager Medis dan Produk Helix Laboratorium Mariyam Jamilah mengatakan Helix Genomic juga menjawab keresahan para orang tua dalam menjaga dan merawat kondisi kesehatan buah hati sejak dalam kandungan.

"Ketika terdeteksi kelainan janin, kita bisa mengambil keputusan tindakan medis yang cepat dan tepat tentunya.” tuturnya.

Selain skrining kanker, Helix Genomic juga menyediakan pemeriksaan pharmacogenetic yang bertujuan untuk memeriksakan gen individu yang berhubungan dengan metabolisme obat. Profil genetik individu ini akan menjadi panduan dokter dalam memberikan terapi obat yang presisi sehingga respon tubuh terhadap obat lebih efektif.

“Bukan cuman soal medis, anda pun bisa menelusuri asal-usul keturunan yang boleh jadi mengalir darah biru para sultan”, seloroh Rohni, Dirut Helix. (k34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan klinik kanker serviks
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top