Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelantikan Wali Kota Bandung Definitif Dibuat Molor, Indikasi Politik Wali Kota Tanpa Wakil?

Pasalnya, jika waktu kepemimpinan hanya menyisakan kurang dari 18 bulan maka memungkinan Yana akan memimpin Kota Bandung tanpa wakil.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  17:13 WIB
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Bisnis.com, BANDUNG - Lambannya proses penetapan Wali Kota Bandung Definitif Yana Mulyana sepeninggal almarhum Oded M Danial berindikasi politik tanpa wakil wali kota oleh sejumlah pihak.

Pasalnya, jika waktu kepemimpinan hanya menyisakan kurang dari 18 bulan maka memungkinan Yana akan memimpin Kota Bandung tanpa wakil.

Leletnya proses ini bisa terlihat dari bagaimana surat pemberhentian Wali Kota Bandung Oded M Danial karena meninggal dunia masih belum jelas progresnya. Apakah sudah masuk ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau masih tertumpuk di meja Gubernur Jawa Barat.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat pemberhentian Wali Kota Bandung sejak Jumat, 17 Desember 2021 lalu kepada Gubernur Jawa Barat untuk ditandatangani dan diteruskan ke Kemendagri.

"Saurna tos ditawis ku (katanya sudah di tandatangan oleh) Gubernur, mung teu acan uninga (tapi belum tahu) apa sudah dikirim ke Kemendagri atau belum," ujar Tedy saat dihubungi Jumat (14/1/2022).

Meski begitu, hingga saat ini belum ada informasi terbaru mengenai proses pemberhentian Wali Kota Bandung agar bisa berlanjut ke tahap pelantikan Yana Mulyana selaku Wali Kota Bandung definitif.

Dihubungi terpisah, Pengamat dan Pakar Hukum Tata Negara Asep Warlan Yusuf menilai segala kemungkinan bisa saja terjadi yang menjadi penyebab pelantikan Wali Kota Bandung Definitif lamban. Padahal kata Asep, seharusnya pemberhentian pemimpin daerah yang diakibatkan kematian bisa lebih cepat.

"Seharusnya lancar-lancar saja, wakilnya juga sudah ada didefinitifkan dan juga sudah ada surat permohonan pergantian atau penetapan kan tidak ada lagi yang harus ditunggu lagi. Tetapkan saja bahwa Yana Mulyana sebagai Wali Kota Difinitif sudah itu tidak ada nuansa politiknya," jelasnya.

Asep memaparkan, lain lagi jika pemberhentian Wali Kota akibat hal lain seperti tersandung kasus atau mengundurkan diri. Menurutnya wajar pemberhentian Wali Kota akan sedikit lebih rumit dibanding meninggal dunia.

"Jadi artinya memerlukan percepatan defintif di Kota Bandung berkepentingan seperti itu. Aneh jika wali kota sekarang itu melama-lamakan. Karena dia dibutuhkan sebetulnya untuk jadi definitif," lanjutnya.

Hanya saja, ada satu hal yang bisa menjadi celah politis dari fenomena ini. Yakni soal penetapan wakil wali kota. Terlebih bisa jadi prosesnakan lama karena nuansa politiknya sangat kuat. Menurutnya banyak pertimbangan untuk menentukan wakil seperti parpol pengusung yang harus bernegosiasi terkait penentuan wakil.

"Yang mungkin dipolitisasi itu waktu, jadi dilama-lama agar nanti pada akhirnya tidak ada wakil ada yang berspekulasi seperti itu. Jadi biarkan pak Yana sendirian sehingga dia akan dilama-lama kan lagi," papar Asep.

Sementara itu, Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengungkapkan dirinya belum mengetahui perkembangan progres hal tersebut. Meski begitu, ia berpegang teguh pada proses yang sedang berjalan.

"Saya mah orang taat azas ya, ikut aja gatau saya mah. Tapi tetep berproses saya pikir ini ya. Harusnya ga ada masalah," ujar Yana di Balai Kota Bandung, Jumat (14/1/2022). (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung yana mulyana
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top