Musim Hujan Rawan Bencana, Wagub Jabar Minta Kab/Kota Siapkan Anggaran

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pihaknya meminta masyarakat juga mewaspadai ancaman bencana saat musim penghujan. Menurutnya perubahan cuaca saat ini terbilang ekstrem.
Ilustrasi/Antara
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta kabupaten/kota mempersiapkan anggaran bencana sebagai langkah preventif di tengah adanya ancaman bencana di musim penghujan.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pihaknya meminta masyarakat juga mewaspadai ancaman bencana saat musim penghujan. Menurutnya perubahan cuaca saat ini terbilang ekstrem.

"Saya minta masyarakat waspada ya, memang musim hujan sekarang besar dan lama. Ekstrem, saya juga heran. Tapi sedia payung sebelum hujan," katanya di Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (3/11/2021).

Kemudian di saat yang sama pihaknya juga minta kepada bupati dan wali kota untuk menganggarkan dana Bantuan Tidak Terduga jika suatu waktu dibutuhkan saat kejadian bencana"Sekali pun dalam Covid-19 bukan menantang, tapi kan dibutuhkan sekali saat ada bencana," katanya.

Pemprov Jabar sendiri menurutnya sudah mempersiapkan sekitar Rp500 miliar, sesuai arahan pemerintah pusat untuk bantuan tidak terduga. Dana ini menurutnya bisa dikeluarkan bila ada permohonan dari kabupaten/kota.

Pihaknya juga meminta agar elemen relawan masyarakat diperkuat. Termasuk juga relawan kebencanaan dari ormas, seperti Muhammadiyah atau NU. "Sehingga kalau ada bencana terjadi tidak hanya melulu menunggu pemerintah, tapi masyarakat yang ada bisa melakukan kegiatan tersebut tapi mereka melakukan keahlian seperti Tagana dan lain-lain," katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat ada empat bencana akibat hujan deras dan angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (2/11/2021) kemarin.

Peristiwa pertama dalam catatan BPBD Jabar adalah tebing setinggi 10 meter longsor di RT 03 RW 01, Jalan Ir. H. Djuanda, Kelurahan Dago, Kota Bandung Selasa (2/11) dini hari akibat hujan deras.

Akibatnya, tiga rumah mengalami kerusakan parah. Penghuni rumah sudah dievakuasi ke tempat kerabatnya meski kerugian materi belum diketahui.

Kemudian, di wilayah Kabupaten Subang, satu unit bangunan Kantor Arsip Daerah dan Perpustakaan Kabupaten Subang rusak akibat puting beliung. Beberapa mobil yang terparkir pun terkena material bangunan yang roboh.

Sementara di Kabupaten Sumedang, tepatnya Desa Pasanggrahan Baru, satu unit rumah beserta lima orang penghuninya hampir terkubur longsoran tanah. Di sekitar lokasi pun banjir karena saluran irigasi tertutup material longsoran.

Peristiwa menonjol terakhir adalah angin puting beliung di Kampung Dukuh, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Satu uni tumah rusak sedang dan empat anggota keluarganya mengungsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper