Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Armada Kurang, Kota Nanas Subang Darurat Sampah 

Idealnya Subang memiliki 60 armada sampah. Dengan begitu, sampah yang dibuang masyarakat ke tempat pembuangan sementara bisa terangkut secara maksimal.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  12:57 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, SUBANG - Kabupaten Subang saat ini sedang mengalami darurat sampah. Kondisi itu, salah satunya akibat overload TPA Panembong serta belum beroperasinya TPA Jalupang.

Akibatnya, tumpukan sampah terjadi di mana-mana. Salah satunya, di kawasan Pasar Inpres Pamanukan.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Dito Sudrajat mengatakan permasalahan sampah sampai hari ini belum ada solusi. Apalagi, armada sampah yang beroperasi sangat minim. Jumlahnya hanya 29 unit.

"Sedangkan produksi sampah setiap harinya mencapai 170 ton per hari," ujar Dito kepada Bisnis.com, Selasa (25/5/2021).

Dengan armada yang minim, daya angkut sampah di wilayah berjuluk Kota Nanas ini menjadi tidak maksimal. Apalagi dengan diberlakukannya pembuangan sampah ke TPA Jalupang, yang jarak tempuhnya lebih jauh ketimbang ke TPA Panembong. 

Hal itu menyebabkan sampah yang terangkut semakin sedikit. Biasanya, jika dibuang ke TPA Panembong, satu armada bisa dua sampai tiga kali membuang sampahnya. Tetapi, sejak dibuang ke TPA Jalupang, armada yang membuang sampah mayoritas hanya sekali. Karena, jarak tempuh yang lebih jauh.

"Sehingga tumpukan sampah terjadi di mana-mana. Ini yang sedang kami bahas untuk mencari solusi dalam waktu cepat," ujar Dito.

Dito menyebutkan, dari 30 kecamatan yang ada 17 di antaranya dilayani oleh armada sampah. Akan tetapi, dengan wilayah cukup luas, armada yang ada sebenarnya tidak maksimal.

Idealnya, Subang memiliki 60 armada sampah. Dengan begitu, sampah yang dibuang masyarakat ke tempat pembuangan sementara bisa terangkut secara maksimal.

Sebenarnya, saat ini jumlah armada sampah ada 45 unit namun 13 di antaranya sudah tidak berfungsi. Tiga unit lainnya mengalami rusak berat. Sehingga yang aktif beroperasi hanya 29 unit. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah subang
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top