Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diinisiasi Nelayan, Pasar Ikan Selo Penganten di Cirebon Beroperasi

Kepala Pasar Ikan Selo Abdul Halim menyebutkan pasar ini diharapkan dapat meningkatkan potensi laut yang dimiliki Kabupaten Cirebon dan juga mendorong perekonomian masyarakat.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 27 April 2021  |  12:15 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, CIREBON - Kabupaten Cirebon kini memiliki pasar ikan teranyar yakni Selo Penganten di Desa Citemu, Kecamatan. Pasar baru tersebut diresmikan pada Kamis (1/4/2018) oleh forum nelayan setempat.

Pasar ikan yang berada di tepi Sungai Selo Penganten ini, di dalamnya terdapat puluhan lapak pedagang hasil laut, mulai dari ikan, cumi, kerang, ataupun udang.

Kepala Pasar Ikan Selo Abdul Halim menyebutkan pasar ini diharapkan dapat meningkatkan potensi laut yang dimiliki Kabupaten Cirebon dan juga mendorong perekonomian masyarakat.

Selain itu, Pasar Ikan Selo Penganten ini harus menjadi unggulan di wilayah pesisir Cirebon,"Saya sangat berharap pasar ikan ini membawa banyak manfaat bagi warga sekitar," kata Abdul Halim di Kabupaten Cirebon, Selasa (27/4/2021).

Seorang pedagang, Sari, menyebutkan, adanya pasar tersebut sangat membantu. Sebelumnya, ia bersama orangtua berjualan di Pasar Cipeujeuh, Kecamatan Lemahabang.

Jarak dari rumahnya menuju Pasar Cipeujeuh lebih jauh, dibandingkan dengan Pasar Ikan Selo Penganten yang bisa ditempuh dengan waktu lima menit saja. "Semoga saja pengunjungnya bisa lebih ramai lagi. Lebih enak di sini, tidak jauh," kata Sari.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengajak pemerintah daerah untuk menggelar Pasar Ikan Murah Ramadan (PIMR) 2021. Diharapkan bisa menjadi solusi atas kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok selama Ramadan.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti menyebutkan beberapa waktu lalu sudah telah bersurat ke Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan di seluruh Indonesia.

Dalam surat itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait harus melibatkan pelaku UMKM dan industri perikanan dengan tetap protokol kesehatan saat pelaksanaan PIMR secara luring.

“Sudah ada beberapa daerah yang merespon akan menggelar PIMR, yaitu Kalimantan Utara tanggal 23-24 April 2021 dan beberapa daerah lainnya yang akan segera menyusul adalah Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan,” kata Artati.

Untuk pemerintah daerah yang mengalami kendala dalam pelaksanaan PIMR secara luring, pihaknya memfasilitasi kegiatan pameran secara daring.

Penyelenggaraan daring dilakukan melalui aplikasi #pasarlautindonesia dan bekerjasama dengan market place.

"Hingga saat ini sebanyak 1.406 UMKM, sudah terdaftar dalam #pasarlautindonesia. Adapun target UMKM unggulan peserta gelar produk secara online yang akan diselenggarakan 2 kali yaitu sebanyak 500 UMKM," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top