Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korupsi Bupati Bandung Barat Melukai Perjuangan Melawan Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil prihatin atas penetapan Bupati Bandung Barat Aa Umbara sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 03 April 2021  |  11:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melantik pasangan Aa Umbara/Hengky Kurniawan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melantik pasangan Aa Umbara/Hengky Kurniawan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil prihatin atas penetapan Bupati Bandung Barat Aa Umbara sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19.

Pihaknya mengaku sedih sedih dan prihatin karena beberapa Minggu lalu pihaknya menghadiri acara KPK di Bandung Barat terkait pencegahan korupsi.

“Saya ingat ada acara KPK di KBB di Mason Pine ya, sudah diingatkan terkait praktik yang harus dijauhi yang beririsan dengan konflik kepentingan. Satu itu, jadi saya sangat sedih dan prihatin,” katanya Jumat (2/4/2021) malam.

Kedua, karena kasus yang menjerat Umbara terkait bansos menurutnya melukai seluruh pihak yang tengah berjuang menghadapi pandemi dan pemulihan ekonomi.

“Menurut saya sedikit melukai hati kami yang sedang berjuang membereskan Covid ya. Ketiga, saya tidak mau terlalu dalam karena materinya kan ada di KPK, saya juga kurang paham bagaimananya tapi mudah-mudahan situasi bisa lebih terkendali,” katanya.

Terakhir, kepada ASN dan masyarakat di KBB pihaknya meminta tetap tenang mengingat sistem politik pemerintahan di Indonesia sudah ada backup sehingga tidak mengurangi pelayanan publik dan pengambilan keputusan.

Menurutnya selama proses hukum berjalan pada Umbara maka Plt akan dijabat oleh Wakil Bupati. “Ya, biasanya itu Plt biasanya wakil tidak bisa definitif sebelum ada keputusan, jadi kita harus ada adas praduga tak bersalah ya,” katanya.

Berkaca pada kasus ini pihaknya meminta kepala daerah lain di Jawa Barat untuk menghindari praktek korupsi. “Kepala daerah fokus saja kepada manajemen untuk mensukseskan pemilihan ekonomi dan pandemi, jangan tergoda dan ikut-ikutan turun ke teknis yang di mana ada anggaran-anggaran yang nanti akhirnya terpeleset dan akhirnya salah keputusan,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top