Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Persiapan Kertajati Menjadi Pusat MRO Pesawat TNI/Polri

Kerja sama bisnis ke bisnis (b to b) antara PT BIJB dan PT GMF tinggal menentukan pendanaan dan investor.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  13:15 WIB
Suasana di ruang tunggu penumpang Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. - Antara
Suasana di ruang tunggu penumpang Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. - Antara

Bisnis.com, BANDUNG — Manajemen PT Bandarudara Internasional Jawa Barat dan PT Garuda Maintenance Facillity langsung menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo.

BIJB Kertajati segera disiapkan menjadi pusat maintenance, repair and overhaul pesawat milik pemerintah TNI/Polri maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi mengatakan kedua belah pihak langsung menindaklanjuti agar rencana MRO ini bisa seiring dengan penuntasan Tol Cisumdawu yang ditargetkan selesai pada Desember 2021. 

Menurutnya kerja sama bisnis ke bisnis (b to b) antara PT BIJB dan PT GMF ini tinggal menentukan pendanaan dan investor.

BIJB sudah memiliki lahan dan dokumen teknis, sedangkan GMF siap mengelola dengan kemampuan SDM dan sertifikasi yang sudah dimiliki. 

“Bandara Kertajati tetap sebagai bandara internasional, yang melayani umrah dan haji, kargo domestik dan internasional, lalu sambil menunggu kebangkitan penumpang upaya yang dilakukan dengan mempercepat pembangunan dan pengoperasian MRO untuk melayani pesawat TNI/Polri dan BNPB sesuai arahan Pak Presiden dan Gubernur,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya, dengan adanya keputusan pemerintah pusat, aksi ini sudah sesuai dengan rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait rencana pengembangan bisnis BIJB untuk membuat layanan MRO.

Rafi memastikan keputusan Presiden bukan mengambil alih kewenangan BIJB namun mengakselerasi pembangunan fasilitas MRO lewat kerja sama BIJB dan GMF.

“MRO ini nanti demand-nya berasal dari TNI/Polri dan BNPB. Kami tinggal merumuskan pendanaan dan pembangunan apakah dari investor atau pihak perbankan,” ujarnya.

BIJB sudah memiliki dan menyiapkan lahan seluas 67 hektare. Pada pembangunan tahap I ditargetkan berdiri fasilitas di atas lahan 30 hektare.

Pembangunan MRO menurutnya bisa dikebut dalam waktu satu tahun seiring dengan pengoperasian Tol Cisumdawu. 

“MRO tidak rumit, man power-nya yang penting, GMF sudah memiliki SDM dan sertifikasi untuk MRO. BIJB menyiapkan lahan sesuai masterplan. Jadi, kami membangun MRO selain melayani pesawat TNI/Polri, juga umum, artinya semua penerbangan sipil dan komersil kita layani di Kertajati,” tutur Rafi.

Rafi juga memastikan BNPB akan menjadikan Bandara Kertajati sebagai homebase pesawat pemadam kebakaran hutan kebencanaan mulai tahun ini.

Selama ini BNPB memarkirkan pesawatnya di Subang, Malaysia. Keputusan pemerintah mendirikan MRO di Kertajati menurutnya membuat BNPB tidak lagi khawatir dengan urusan perawatan pesawat.

“BNPB happy, kalau MRO sudah ada, terutama untuk perawatan helikopter pemadam api. Keputusan Presiden ini membuat semua rencana yang sudah disusun berbagai pihak menjadi tersambung,” katanya.

Manajemen BIJB mengapresiasi keputusan pemerintah terkait penetapan Kertajati sebagai pusat MRO pesawat pemerintah.

Keputusan ini juga dinilai menjadi salah satu entry point pemulihan ekonomi nasional dan daerah. “Negara hadir di BIJB, keputusan ini kita sambut baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Soemadi menyebutkan hasil rapat Presiden Jokowi dengan menteri terkait dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait Bandara Kertajati.

Rencana tersebut seiring dengan akan tuntas dan beroperasinya Tol Cisumdawu pada Desember 2021.

“Artinya pergerakan penumpang di Kertajati akan lebih baik setelah Desember 2021,” katanya dalam keterangan pers yang disiarkan secara daring.

Namun pergerakan penumpang dianggap tidak cukup untuk Kertajati. Oleh karena itu, Presiden Jokowi memutuskan agar umrah dan haji warga Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah bagian Timur dikonsentrasikan di Kertajati.

“Keputusan yang paling strategis, kita mengusulkan Kertajati difungsikan pada fungsi lain yakni MRO (maintenance, repair, and overhaul),” ujarnya.

Menhub memastikan rencana menjadikan Kertajati sebagai pusat MRO sudah dirintis pihaknya dengan melakukan pembicaraan bersama Panglima TNI dan KSAU.

Mereka diminta memanfaatkan MRO Kertajati untuk perawatan pesawat milik TNI.

Perawatan ini, menurutnya, juga ditopang kesiapan PT Garuda Maintenance Fasility (GMF) yang sudah mengantongi sertifikat untuk merawat pesawat-pesawat dari Amerika Serikat. 

Rencanananya, untuk mengakselerasi MRO Kertajati, pemerintah akan segera membangun dan mengembangkannya di lahan yang sudah dimiliki Kertajati.

Pembangunan juga direncanakan dilakukan dengan cepat. Tak hanya itu, Menhub juga memastikan Presiden Jokowi meminta perawatan seluruh pesawat milik pemerintah juga dilakukan di Kertajati.

“Tidak saja pesawat TNI tapi seluruh pesawat pemerintah BNPB, Basarnas, Kemenhub dan Kepolisian agar maintenance relatif lebih baik. MRO tidak saja untuk pemerintah tapi akan datang MRO pesawat private yang selama ini melakukan perawatan di luar negeri,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gmf aeroasia bandara kertajati mro
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top