Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Pandemi, Brand Fashion Lokal Ini Malah Genjot Produksi

Perkembangan mode yang cepat dan dinamis membuat industri fashion lokal ini tetap berdiri kokoh mesti diterpa pandemi.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 05 Februari 2021  |  13:32 WIB
Motzint Original, brand fashion asal Bandung yang sudah berdiri sejak 2018
Motzint Original, brand fashion asal Bandung yang sudah berdiri sejak 2018

Bisnis.com, BANDUNG — Perkembangan mode yang cepat dan dinamis membuat industri fashion lokal ini tetap berdiri kokoh mesti diterpa pandemi.

Begitu pula dengan Motzint Original, brand fashion asal Bandung yang sudah berdiri sejak 2018. Gilang Permana Kencana, 26, pemilik Motzint Original mengaku memilih bisnis fashion karena pangsa pasarnya yang luas.

Pria lulusan STIE Tridharma Bandung ini mengaku menggunakan nama Motzint agar mudah diingat. Menurutnya, nama yang unik memiliki daya tarik tersendiri bagi pasar.

Motzint Original konsisten mengeluarkan produk baru setiap bulan dari mulai kaos, kemeja, jaket sampai celana hingga asesoris fashion lainnya.

“Karena fashion semua orang membutuhkan, pangsa pasarnya luas, dan barangnya gak cepat basi,” ujar Gilang, Jumat (5/1/2021).

Motzint Original fokus mengembangkan produk fashion pria, seperti jaket trucker, celana chino, dan kaos. Namun, produk yang paling dijagokan brand ini adalah celana cargo pendek dan panjang.

“Yang best seller tetap chino, karena chino yang paling banyak dicari,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Motzint Original akan mengeluarkan inovasi baru berupa celana jeans dan sandal kasual, yang tentunya juga berbahan premium.

Brand tersebut kini memiliki 15 orang yang mengurus pesanan daring dan 500 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk produksi, ia bisa mempekerjakan 40 penjahit.

Gilang dan timnya mampu memproduksi hingga 48.000 produk per bulan. Perinciannya, Celana 16.000 produk, kaos 20.000 produk, kemeja 8.000 produk, dan jaket 4.000 produk.

Ia membocorkan sejumlah rahasia dalam menjaga kinerja bisnis Motzint, di antaranya adalah rutin memberikan promo dan potongan besar 70 persen hingga 89 persen.

“Promonya dan diskon bisa per produk, double deals atau flash sale. Pada awal pertama kali kami mengadakan flash sale, produk terjual 1.000 buah hanya dalam beberapa jam saja,” kata dia.

“Meski begitu, bukan berarti kami tidak menjaga kualitas. Ini mungkin bisa menjadi semacam tips but pengusaha serupa. Harga bersahabat, tapi kualitas tetap dijaga,” katanya.

Pemberian promo dan diskon tersebut tidak terlepas dari kondisi konsumen yang banyak kesulitan dengan kondisi pandemi. Gilang berencana di tahun ini mengalokasikan sebagian keuntungan untuk donasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuannya bisa dikerjasamakan dengan lembaga penyalur bantuan, atau kami bisa saja situasional, misalnya bantuan diberikan kepada warga yang terkena bencana alam, bentuknya bisa uang atau barang. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” ungkapnya.

Gilang yakin bahwa industri fashion masih bisa berkembang meski berada dalam situasi pandemi. Ia pun berharap banyak pengusaha khususnya anak muda yang memiliki optimisme serupa.

Keunggulan Motzint Original, kata Gilang, terletak di kualitasnya. Meski menggunakan bahan kualitas premium seperti cotton twill berbahan non stretch untuk chino dan combed30s untuk kaos, harga produknya tetap ramah di kantong.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp100.000 untuk produk celana, Rp80.000 untuk kemeja, Rp55.000 untuk kaos, dan Rp145.000 untuk jaket. Keunggulan ini lah yang membuat Motzint Original tak hanya digandrugi pembeli pria, tetapi juga wanita.

Dari pengalamannya, ada sejumlah hal yang menjadi kunci dalam beradaptasi. Beberapa di antaranya adalah menguasai ekosistem daring yang memiliki pasar lebih luas.

“Pelajari sistemnya, karena kan harus dipikirkan biaya iklan untuk promosi, konten dan lain sebagainya. Tentukan target market, harus tahu selera pasar dan perbanyak relasi. Poin terakhir, khusus anak muda kalu bisa harus punya mentor yang punya pengalaman,” terang dia.

“Ya saya optimistis lah industri kreatif, industri fashion tetap bisa berkembang,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kreatif
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top