Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Tahun Baru 2021, Satgas Minta Posko Covid-19 di Jabar Kembali Aktif

Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo posko tersebut nantinya dapat diisi oleh sejumlah petugas gabungan seperti dari unsur TNI, Polri, BIN, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  16:30 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid/19 Letjen TNI Doni Monardo / Istimewa
Ketua Satgas Penanganan Covid/19 Letjen TNI Doni Monardo / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19 pada pergantian tahun baru 2021, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta kepada pemangku kebijakan di daerah khususnya Provinsi Jawa Barat untuk dapat mengaktifkan kembali posko Covid-19 di seluruh Kabupaten/Kota.

"Menjelang tahun baru, mungkin diaktifkan kembali posko-posko di seluruh kabupaten/kota," ujar Doni, mengutip keterangan resmi, Selasa (29/12/2020).

Adapun, menurut Doni, posko tersebut nantinya dapat diisi oleh sejumlah petugas gabungan seperti dari unsur TNI, Polri, BIN, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya.

Dengan adanya posko tersebut, Doni berharap agar kemudian apabila terdapat informasi dari masyarakat terkait adanya pelanggaran protokol kesehatan 3M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak menghindari kerumunan, langsung dapat ditindak dan ditangani secara cepat.

Tak hanya itu, Doni juga mengatakan bahwa fungsi lain dari pada posko tersebut juga untuk melayani masyarakat dalam keadaan darurat kesehatan.

"Setiap posko isinya ada TNI/Polri kemudian unsur BIN, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan sebagainya. Sehingga ketika ada informasi dari masyarakat itu segera bisa melakukan upaya untuk melakukan penertiban," imbuhnya.

Menurut Doni, ada kecenderungan Posko Penanganan Covid-19 di daerah mulai ditinggalkan dan tidak aktif lagi. Menurut Doni, hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti tingkat kelelahan para petugas maupun faktor kebutuhan dukungan logistik dan yang lainnya.

Oleh sebab itu, dia meminta agar hal itu kemudian dapat menjadi catatan pemerintah daerah dan segenap unsur terkait untuk dicarikan solusinya.

"Ada kecenderungan setelah Gugus Tugas beralih ke Satgas, poskonya sudah mulai kosong. Mungkin karena kelelahan juga dukungan logistik. Jadi mungkin ini menjadi catatan untuk Pangdam dan Kapolda untuk mengaktifkan kembali posko-posko," jelas Doni.

Selain itu, Doni juga memberikan dukungan berupa alat swab antigen sebanyak 20.000 buah atau senilai Rp1,9 miliar rupiah kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat. Pemberian tersebut diserahkan secara simbolis kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Adapun perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Barat masih terus melambung dengan tambahan bisa sampai lebih dari 1.000 kasus per hari.

Per Selasa (29/12/2020) Covid-19 di Jawa Barat bertambah 1.329 kasus sehingga total menjadi 81.322, kemudian kasus sembuh betambah 1.158 sehingga totalnya adalah 68.353 dan yang meninggal 2 orang menjadi 1.159.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Doni Monardo Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top