Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TNI AD Sumbangkan Gedung Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Jabar

Angka okupansi ruang isolasi pasien Covid-19 di Jawa Barat mulai merangkak naik. Pihak TNI Angkatan Darat memberikan bantuan sejumlah gedung menjadi tempat isolasi tambahan.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  13:13 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyapa pasien isolasi yang ada di Depok - Istimewa
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyapa pasien isolasi yang ada di Depok - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG—Angka okupansi ruang isolasi pasien Covid-19 di Jawa Barat mulai merangkak naik. Pihak TNI Angkatan Darat memberikan bantuan sejumlah gedung menjadi tempat isolasi tambahan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan okupansi rumah sakit sekaligus ruang isolasi pasien Covid-19 sudah bergerak di angka 75 persen. Pihaknya sejak dua pekan lalu sudah menyiapkan 15 gedung tambahan untuk menjadi pusat isolasi.

“Masalah Jabar ada di okupansi rumah sakit ada di 75 persen. Sehingga 15 gedung sebagian sudah disiapkan termasuk tadi ada tambahan dari Pak KSAD bahwa Pusdik termasuk Secapa akan disumbangkan sebulan kedepan untuk menambah ruang isolasi,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Senin (14/12/2020).

Dia mengakui meski penambahan ruang dan gedung bisa ditambah, ada persoalan di pasokan sumber daya manusia tenaga medis yang tidak seimbang. Karena itu pihaknya juga tengah meminta pada Pusat apakah tenaga medis dari TNI bisa ikut diperbantukan.

“Jadi jumlah gedung dengan SDM tidak imbang. Makanya tadi saya tugaskan menganalisa penambahan gedung apa bisa dicover tenaga kesehatan yang ada dan TNI,” katanya.

Langkah kedua, pihaknya juga tengah membahas apakah memungkinkan subsidi silang dilakukan jika kabupaten/kota lain membantu daerah tetangganya yang tenaga medisnya kurang dalam penanganan Covid-19.

“Karena Jabar ini luas ada daerah yang bebannya rendah kita BKO-kan ke daerah yang bebannya tinggi,” tuturnya.

Opsi terakhir guna mengurangi jumlah kebutuhan tenaga medis adalah perekrutan relawan kesehatan. Pihaknya mengaku tengah mengkaji dan menghitung opsi terakhir tersebut.

“Tapi satu step minimal bahwa gedungnya sudah ada sudah luar biasa untuk menutupi kekurangan. Sehingga minggu depan bisa dilaporkan tingkat keterisian rumah sakit turun. Sekarang kan 75 persen se-Jabar. Target bisa turun dengan bertambahnya bed dan ruang isolasi,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top