Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketimbang DOB, Warga Cirebon Timur Inginkan Kemudahan Pelayanan Publik

Sejumlah warga Kabupaten Cirebon bagian timur mengaku, tidak mengharapkan adanya daerah otonom baru (DOB). Warga di wilayah tersebut hanya menginginkan adanya pelayanan publik yang mudah dijangkau.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 17 November 2020  |  19:52 WIB
Wilayah Kecamatan Gebang yang berada di Kabupaten Cirebon bagian timur. - Bisnis/Hakim Baihaqi
Wilayah Kecamatan Gebang yang berada di Kabupaten Cirebon bagian timur. - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Sejumlah warga Kabupaten Cirebon bagian timur mengaku, tidak mengharapkan adanya daerah otonom baru (DOB). Warga di wilayah tersebut hanya menginginkan adanya pelayanan publik yang mudah dijangkau.

Muhamad Nurdin (45), warga Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, mengatakan, selama ini, proses pengurusan administrasi kependudukan (akta kelahiran, KTP, dan KK) harus dilakukan di pusat pemerintahan yakni di Kecamatan Sumber.

Menurut Nurdin, jarak tempuh dari Pasaleman ke Sumber terbilang cukup jauh dan memakan waktu lebih dari 1,5 jam.

"Kalau berangkat tidak dari pagi, suka takut tidak dapat nomor antrean. Daripada ada pemekaran lebih baik bikin pelayanan baru aja di Ciledug, cuma butuh waktu 20 menit sampai," kata Nurdin di Kabupaten Cirebon, Selasa (17/11/2020).

Warga lainnya, Bambang Supriyanto (47), mengatakan, dikhawatirkan adanya pemekaran daerah baru tidak merubah kualitas birokrasi pemerintahan dan membuat warga di wilayah timur hanya sebagai penonton.

Supriyanto mengatakan, kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan pun masih dirasakan di wilayah timur Kabupaten Cirebon, anak pertamanya pun terpaksa bekerja di luar daerah.

"Kalau tujuannya untuk masyarakat silahkan, tapi kalau tujuan politis jangan, masyarakat butuh perubahan supaya lebih sejahtera," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mohamad Luthfi, mengatakan, menolakan pemekaran Kabupaten Cirebon Timur, lantaran kabupaten ini hanya memiliki luas wilayah sekitar 1.000 kilo meter (KM) persegi.

Lutfhi mengatakan, Cirebon bagian barat dan timur adalah satu kesatuan yang tidsk dipisahkan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat disarankan lebih serius memperhatikan pembangunan di wilayah Ciayumajakuning.

"Kalau saya lebih merekomendasikan Ciayumajakuning yang dimekarkan menjadi provinsi baru, dibandingkan dengan pemekaran Kabupaten Cirebon," katanya.

Ia menambahkan, Kabupaten Sukabumi lebih layak dimekarkan, lantaran memiliki luas lebih besar dibandingkan Kabupaten Cirebon.

"Saya belum bisa menangkap arah dari kebijakan pembangunan yang merata dari sosok Pak Emil. Pemprov Jabar hanya memikirkan di wilayah cekungan Bandung dan Bogor, Depok dan Bekasi saja," kata Lutfi.

Sebelumnya, (Forkodetada) Jabar dan Forum Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) mengajukan pemekaran sembilan wilayah CDOB.

Sembilan wilayah tersebut yakni, Kota Lembang, Kabupaten Cikampek, Kabupaten Bandung Timur, Kabupaten Garut Utara, Kabupaten Indramayu Barat, Kabupaten Subang Utara, Kabupaten Bekasi Utara, Kabupaten Cianjur Selatan, dan Kabupaten Cirebon Timur. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top