Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WJIS 2020: Hyundai Segera Produksi Mobil Listrik di Jabar

Pabrikan Hyundai Motors siap memproduksi mobil listrik di Indonesia pada 2022 mendatang.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 16 November 2020  |  16:22 WIB
COO & Vice President Hyundai Motor Asia Pasific Hq Lee Kang Hung (kemeja batik) berbicara kepada media di ajang WJIS 2020 - Bisnis/Wisnu Wage
COO & Vice President Hyundai Motor Asia Pasific Hq Lee Kang Hung (kemeja batik) berbicara kepada media di ajang WJIS 2020 - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG — Pabrikan Hyundai Motors siap memproduksi mobil listrik di Indonesia pada 2022 mendatang.

Komitmen ini disampaikan COO & Vice President Hyundai Motor Asia Pasific Hq Lee Kang Hung di West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Savoy Homann, Bandung, Senin (16/11/2020).

Lee mengatakan produksi mobil listrik merupakan bagian dari persiapan dan komitmen investasi secara bertahap korporasi ke Jawa Barat senilai Rp19 triliun lebih. Saat ini Hyundai terus mengejar penuntasan pembangunan pabrik di kawasan industri Tirta Mas, Cikarang, Bekasi.

“Jadi sesuai rencana pertama, akhir tahun depan bisa mulai produksi mobil lokal Hyundai di Indonesia, dan tahun 2022 mulai memproduksi mobil listrik di Indonesia dan jual lokal," katanya.

Lee mengatakan, pembangunan pabrik di Cikarang ini bisa terlaksana berkat dukungan dari pemerintah daerah dan kementerian yang bersangkutan.

"Hyundai Motors sudah mulai membangun pabrik di Tirtamas Cikarang, walau dalam Covid-19 dengan dukungan penuh gubernur dan menteri yang bersangkutan, jadi sudah 65 persen sudah menyelesaikan," katanya.

Soal alasan investasi dan pembangunan pabrik di Jawa Barat, Lee mengatakan karena pemerintah daerah mendukung, sekaligus infrastruktur yang bisa menjadi penunjang bisnis Hyundai yang memadai. "Kenapa kami memilih Jabar karena ada dukungan penuh, begitu juga infrastruktur lengkap," katanya.

Hyundai menurutnya sudah menyiapkan bahan baku sesuai TKDN di atas 40 persen sehingga bisa melakukan ekspor ke Thailand dan negara lain. Terkait pemenuhan baterai untuk mobil listrik, Lee yakin Pemerintah Indonesia akan menjadikan ini konsentrasi utama.

“Untuk mobil listrik, itu memang kerjasama dengan pemerintah, Indonesia mengundang investor seperti CATL atau LG Chemical jadi memang biar cepat membangun pabrik baterai. Jadi itu sesuai dengan kebijakan pemerintah secepatnya di Indonesia sudah ada industri yang utuh supaya bisa langsung disupply. Sebelum itu mau tidak mau perlu import dulu baterainya. Tapi sesuai dengan kebijakan pemerintah, saya yakin dalam waktu dekat ada investment yang bisa menghadirkan local battery,” paparnya.

Menurutnya Hyundai Motor memutuskan membangun pabrik mobil, termasuk mobil listrik mengingat komitmen pemimpin daerah seperti Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggunakan kendaraan listrik tinggi.

“Pak Gubernur sudah belanja mobil listrik pertama di Indonesia, saya berterima kasih kepada pak Ridwan Kamil sebagai gubernur, ini memang bisa jadi kerjasama antara swasta dan goverment, bisa memperkenalkan mobil listrik kepada umum dan negara, ini merupakan perjanjian kuat dari Kang Emil," katanya.

Ridwan Kamil sendiri memastikan pihaknya akan mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai dukungan pada pengembangan energi baru terbarukan. “Jabar komitmen dengan energi hijau,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WJIS
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top