Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tinggi Air Sungai Citarum Naik, BPBD Minta Warga Bersiaga

Tinggi muka air (TMA) Sungai Citarum mulai naik akibat intensitas hujan, sehingga warga di pemukiman yang dilintasi sungai diminta waspada banjir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  17:10 WIB
Foto udara banjir yang merendam ribuan rumah di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat 19.018 Kepala Keluarga (KK) atau 65.703 jiwa terdampak banjir yang menerjang Kabupaten Bandung, menyusul curah hujan yang tinggi sejak Senin (30/3). Banjir di kawasan Bandung Selatan tersebut juga telah merendam 11.932 rumah unit rumah warga. Bisnis - Rachman
Foto udara banjir yang merendam ribuan rumah di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat 19.018 Kepala Keluarga (KK) atau 65.703 jiwa terdampak banjir yang menerjang Kabupaten Bandung, menyusul curah hujan yang tinggi sejak Senin (30/3). Banjir di kawasan Bandung Selatan tersebut juga telah merendam 11.932 rumah unit rumah warga. Bisnis - Rachman

Bisnis.com, BANDUNG - Tinggi muka air (TMA) Sungai Citarum mulai naik akibat intensitas hujan, sehingga warga di pemukiman yang dilintasi sungai diminta waspada banjir.

Hendra Hidayat, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bandung, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi sangat memungkinkan meningkatkan permukaan air Sungai Citarum hingga menyebabkan luapan air ke pemukiman seperti yang biasa terjadi.

"Di lingkungan sekitar masyarakat bisa selalu melakukan pembersihan, terus melakukan antisipasi kalau memang mungkin ada potensi sumbatan air sungai," kata Hendra saat dihubungi di Bandung, Rabu (21/10/2020) seperti dilaporkan Antara.

Pada Selasa (20/10), hujan di wilayah Bandung Raya terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Hujan di berbagai wilayah itu mengalirkan air hingga bermuara di Sungai Citarum.

Pada saat itu, pihak BPBD mencatat TMA Sungai Citarum di kawasan Dayeuhkolot itu mencapai setinggi lima meter. Namun hingga Rabu pagi, belum ada laporan genangan banjir yang cukup berarti.

Meski begitu, Hendra mengingatkan masyarakat harus tetap berwaspada dan bersiap siaga sepanjang waktu karena hujan saat ini bisa turun kapan saja dengan potensi intensitas yang tinggi.

"Kalau saya lebih cenderung mengingatkan, berapapun TMA-nya, kita harus cepat melakukan kewaspadaan di masyarakat," katanya.

Menurutnya ada tujuh wilayah yang ia minta untuk bersiaga menghadapi banjir langganan tersebut. Di antaranya wilayah Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Solokan Jeruk, Rancaekek, Majalaya, dan Banjaran.

Selain banjir genangan, ia juga meminta warga secara umum mewaspadai adanya banjir bandang. Maka dari itu ia berkoordinasi dengan masyarakat yang bermukim di kawasan hulu untuk melaporkan apabila ada tanda-tanda yang memungkinkan terjadinya banjir bandang.

"Kalau ada informasi manual, dari para komunitas pegiat kebencanaan di hulu, misalnya informasi deras hujan tinggi, maka di hilir kami segera lakukan antisipasi," kata dia.


#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb sungai citarum banjir bandung

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top