Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPMPTSP Jabar Hidupkan Lagi Investasi Mangkrak

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar kembali mengupas data investasi lama yang belum terealisasi meski perizinan sudah dikantongi.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 September 2020  |  11:53 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com,BANDUNG—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar kembali mengupas data investasi lama yang belum terealisasi meski perizinan sudah dikantongi.

Kepala DPMPTSP Jabar Noneng Komara mengatakan investasi yang belum dieksekusi di Jabar terus didorong agar menjadi terealisasi. “Kita lakukan lagi pendampingan pada investasi yang sudah mangkrak 3-4 tahun terakhir,” kata Noneng kepada Bisnis, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya sejumlah investor asing maupun dalam negeri 3-4 tahun terakhir sudah mengantongi izin investasi. Namun realisasinya belum nampak hingga saat ini, DPMPTSP Jabar menurutnya terus mendata potensi yang tidur ini karena nilainya diperkirakan tinggi.

“Kalau hitungan kami potensinya ada puluhan triliun,” ujarnya.

Pihaknya mencatat setidaknya ada 11 investor besar yang belum merealisasikan modal di proyek strategis nasional. Dia menunjuk rencana Hyundai yang akan membangun pabrik roda empat di kawasan Jababeka, Bekasi. “Ini izinnya sudah, kami telusuri ada kendala apa? Karena rencananya sudah dari tahun lalu,” katanya.

Selain perusahaan asing, investor dalam negeri yang mengantongi izin namun belum merealisasikan investasi tercatat lebih banyak jumlahnya. Pencatatan data investasi juga akan menyasar usaha kecil menengah (UKM). “Kita fokuskan pada minat dan yang sudah mengantongi izin tiga tahun ke atas, ada izin tapi belum ngapa-ngapain,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top