Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selain Kekeringan, Petani di Cirebon Sulit Dapatkan Pupuk

Petani di Kabupaten Cirebon terancam mengalami gagal panen karena kekeringan hingga kesulitan mendapatkan pupuk.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 09 September 2020  |  12:55 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, CIREBON - Petani di Kabupaten Cirebon terancam mengalami gagal panen karena kekeringan hingga kesulitan mendapatkan pupuk.

Sekretaris Majelis Pertimbangan DPC Serikat Petani Indonesia Kabupaten Cirebon, Dedi Supriyatno, mengatakan, tahun ini merupakan tahun terberat bagi para petani. Di wilayah Cirebon, petani sulit mendapatkan pupuk jenis ZA dan Pokska.

‎"Di wilayah timur, meliputi Kecamatan Lemahabang, Astanajapura, Pangenan, dan Kecamatan Gebang," kata Dedi di Kabupaten Cirebon, Rabu (9/9/2020).

Dedi berharap, Dinas Pertanian dapat melakukan sidak di lapangan, terkait kesulitan para petani di Kabupaten Cirebon mendapatkan pupuk.

Ia menyebutkan,‎ sebagian besar para petani mengandalkan kebutuhan sehari-harinya dari hasil pertanian.

"Katanya ada regulasi baru dari pemerintah tentang program kartu tani yang menjangkau lebih dari 12 juta petani. Namun sekarang belum ada," katanya.

‎"Harus tanggung jawab kalau pupuk sampai telat karena bisa menurunkan produktivitas," sambungnya.

Dedi mengatakan, pemerintah pusat sudah mengajak direktur Pupuk Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan pupuk bersubsidi, sehingga‎ perkembangan sektor pertanian menjadi maju.

"Harus bisa diselesaikan. Dinas pertanian pun harus turun, agar persoalan kelangkaan pupuk tidak berkepanjangan," katanya.

‎Sebelumnya, petani di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku siap melakukan alih tanam dari tanaman padi ke kacang panjang pada musim kemarau tahun ini. Hal tersebut karena kacang panjang tidak membutuhkan banyak air.

Petani di Kecamatan Talun, Aliyudin (45), mengatakan, tanaman kacang panjang memiliki masa tanam selama 40 hingga 50 hari. Sedangkan untuk tanaman padi, paling cepat 100 hari atau tiga bulan.

Aliyudin mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk menutup kerugian, lantaran di Kecamatan Talun, hanya mampu melakukan tanam padi maksimal dua kali dalam setiap tahunnya.

"Bayangkan, kalau musim kemarau tidak tanam apa-apa dapat penghasilan dari mana?. Kalau kacang panjang ini, bisa tiga kali panen selama kemarau ini," kata Aliyudin.

Aliyudin mengatakan, untuk kacang panjang sendiri, nantinya akan dijual langsung ke pasar tradisional terdekat atau pun kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kacang panjang dijual dengan harga Rp7 ribu perkilonya," kata Aliyudin.‎ (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top