Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jabar Siapkan Tambahan Anggaran Covid-19 Rp6 Triliun

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim bahwa dari anggaran Rp4 triliun yang telah tersedia untuk penanganan Covid-19, separuhnya telah terserap.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  14:39 WIB
Gubernur Jawa Barat. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas
Gubernur Jawa Barat. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp6 triliun untuk penanganan virus Corona (Covid-19). Dengan adanya penambahan, maka total anggaran yang dialokasikan provinsi tersebut menjadi Rp10 triliun.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim bahwa dari anggaran Rp4 triliun yang telah tersedia untuk penanganan Covid-19, separuhnya telah terserap.

"Mayoritas untuk bantuan sosial, bansos kita besar sekali," katanya kepada wartawan seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2020).

Emil, sapaan Ridwan Kamil, menjelaskan bahwa anggaran tambahan nantinya akan digunakan untuk program padat karya dan juga kegiatan terkait penanganan kesehatan.

“Kalau yang padat karya sudah kita mulai di desa-desa sudah mempekerjakan pengangguran sekitar 50.000 orang, karena kewajiban dari kita semua proyek sekarang harus pekerjakan orang-orang yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Adapun, data Kementerian Dalam Negeri menyatakan alokasi anggaran bagi penanganan Covid-19 dari APBD sebanyak Rp56,75 triliun. Sebanyak 42,6 persen atau Rp24,1 triliun disalurkan untuk sektor kesehatan.

Penanganan dampak ekonomi akan menyerap 12,6 persen di antaranya atau Rp7,12 triliun. Sementara itu, sisanya 44,8 persen atau sebanyak Rp25,34 triliun digunakan untuk bantuan sosial.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa APBD dan APBN merupakan kunci utama untuk memicu pergerakan roda ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Jokowi menitipkan kepada para kepala daerah dan juga seluruh kementerian dan lembaga untuk segera belanja modal dan belanja barang.

Jokowi mengatakan ada tiga hal utama yang menjadi fokus angggaran pemerintah yakni kesehatan, bantuan sosial, dan stimulus ekonomi. Seluruhnya harus secepat mungkin terserap oleh masyarakat untuk menekan dampak pandemi terhadap sosial ekonomi.

Seperti diketahui, saat ini dunia, termasuk Indonesia, tengah berada pada krisis ekonomi dan kesehatan. Presiden mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal dua terkoreksi negatif, setelah kuartal sebelumnya masih tumbuh 2,97 persen.

Kinerja ekonomi yang terdampak pandemi tersebut tidak hanya dialami oleh Indonesia. Berdasarkan data yang diterima Presiden dari Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia pun akan turun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top