Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seluruh Tempat Wisata di Garut Masih Ditutup

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut masih memberlakukan aturan penutupan seluruh tempat wisata yang ada di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sampai batas waktu yang belum ditentukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  14:48 WIB
Suasana objek wisata Pantai Sayang Heulang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. - Antara
Suasana objek wisata Pantai Sayang Heulang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. - Antara

Bisnis.com, GARUT - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut masih memberlakukan aturan penutupan seluruh tempat wisata yang ada di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sampai batas waktu yang belum ditentukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19.

"Semua tempat wisata tutup, sampai hari ini kita belum bisa membuka karena belum ada arahan atau keputusan pemerintah pusat terkait pandemi ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Budi Gan Gan, Selasa (26/5/2020).

Ia menuturkan, objek wisata alam maupun buatan dan tempat rekreasi lainnya di Kabupaten Garut masih belum bisa dikunjungi wisatawan lokal maupun luar kota karena masih darurat wabah Covid-19.

Pemkab Garut, lanjut dia, akan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat terkait kapan akan dibuka kembali seluruh tempat wisata maupun tempat umum lainnya di Kabupaten Garut.

"Bulan ini masih masuk dalam situasi tanggap darurat, belum ada keputusan apakah awal Juni itu masuk 'new normal', atau akan seperti apa," kata Budi.

Ia mengungkapkan, adanya penutupan objek wisata itu tentu tidak ada angka kunjungan wisatawan selama masa libur hari raya Lebaran di Garut.

Padahal tahun sebelumnya, kata dia, tingkat kunjungan saat musim libur Lebaran cukup banyak mencapai seratus ribuan lebih wisatawan dari berbagai daerah Garut maupun kota besar.

"Perbandingan tahun lalu itu sampai di atas 100 ribu, sekarang tak ada kunjungan sama sekali, dampaknya besar," katanya.

Menurut dia, wabah Covid-19 itu telah berpengaruh terhadap sektor ekonomi masyarakat sekitar atau pelaku usaha sektor wisata, karena selama diberlakukan darurat pandemi tidak memiliki penghasilan.

Pemkab Garut, lanjut dia, memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat sekitar wisata dengan menyalurkan bantuan paket pangan kepada para pelaku usaha wisata di Garut.

"Kita juga sudah memberi bantuan kepada para pelaku usaha wisata dan dari Kementerian Pariwisata, bantuan itu dalam bentuk sembako," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut

Sumber : Antara

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top