Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uji Tuntas Bank Banten, Ridwan Kamil Minta Bank BJB Hati-hati

Pemegang saham mayoritas PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB meminta proses due diligence terkait rencana penyelamatan Bank Banten harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  12:58 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) berbincang dengan Direktur Utama Bank bjb terpilih Yuddy Renaldi (kedua kanan), Direktur RIo Lanasier (kiri), Direktur Beny Riswandi (kedua kiri) dan Direktur Agus Mulyana (kanan) seusai RUPST di Bandung, Selasa (30/4/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) berbincang dengan Direktur Utama Bank bjb terpilih Yuddy Renaldi (kedua kanan), Direktur RIo Lanasier (kiri), Direktur Beny Riswandi (kedua kiri) dan Direktur Agus Mulyana (kanan) seusai RUPST di Bandung, Selasa (30/4/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com,BANDUNG—Pemegang saham mayoritas PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB meminta proses due diligence terkait rencana penyelamatan Bank Banten harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan setelah Gubernur Banten Wahidin Halim selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir Bank Banten dan pihaknya selaku Pengendali Terakhir Bank Jabar Banten (BJB) menandatangani Letter of Intent (LOI) pada dua pekan lalu kini proses teknis diserahkan pada jajaran direksi BJB.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya selaku pemegang saham pengendali BJB mematuhi perintah tersebut namun penggabungan usaha tetap memperhatikan tahapan, kajian dan arahan dari otoritas perbankan.

Ridwan Kamil menilai rencana merger ini tetap mensyaratkan banyak proses sebelum tercapai keputusan. Pihaknya sudah meminta jajaran direksi BJB untuk menjalani tahapan-tahapan penggabungan dengan kehati-hatian dan profesionalitas.

“Kami diminta Pusat menyelamatkan Bank Banten,” katanya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Kepala Biro BUMD dan Investasi Setda Jabar Noneng Komara juga membenarkan sudah ada kesepakatan LoI antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin terkait penggabungan usaha BJB dan Bank Banten.

"Iya benar," katanya kepada Bisnis.

Menurutnya setelah LoI saat ini pihaknya sebagai pembina BUMD termasuk BJB meminta direksi untuk segera melakukan uji tuntas terkait rencana penggabungan BJB dan Bank Banten.

"Masih tetap harus ada due dilligence," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan pihaknya akan mempersiapkan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh kedua belah pihak. “Sebagai langkah awal kami akan melakukan proses persiapan due diligence yang kami pastikan untuk dilakukan secara cermat, profesional dan independen” ujar Yuddy Renaldi dalam rilis korporasi, Jumat (24/4/2020).

Menurutnya dalam rencana sinergi bisnis tentunya akan dilakukan dengan teliti dan hati-hati sesuai prinsip tata kelola yang baik dalam upaya penguatan perbankan nasional dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Untuk mewujudkan nya sesuai dengan harapan, kami mohon dukungan dari seluruh stakeholders, pemegang saham, OJK, BI dan masyarakat. Kami yakin ini dapat terwujud dan berkontribusi dalam penguatan industri perbankan nasional,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bjb
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top