Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanpa Kolam Retensi Andir, Banjir Bandung Selatan Sulit Teratasi

Kepala Dinas SDA Jawa Barat Linda Al Amin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir terus dilakukan. Selain Flood Way Cisangkuy, kolam retensi dan folder-folder air di wilayah Bandung Selatan akan dibangun.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  09:13 WIB
Salah satu kolam retensi di Baleendah yaitu Retensi Cieunteung yang menampung debit air sungai Citarum. - Antara
Salah satu kolam retensi di Baleendah yaitu Retensi Cieunteung yang menampung debit air sungai Citarum. - Antara

Bisnis.com, BANDUNG—Kepala Dinas SDA Jawa Barat Linda Al Amin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir terus dilakukan. Selain Flood Way Cisangkuy, kolam retensi dan folder-folder air di wilayah Bandung Selatan akan dibangun.

"Untuk Baleendah, tahun ini akan dibangun Kolam Retensi Andir. Tanpa kolam retensi di Andir ini, banjir Baleendah belum teratasi. Tapi, dengan kolam retensi yang dibangun tahun ini seluas 4,8 hektare, mudah-mudahan di 2021 selesai, banjir di Baleendah teratasi," kata Linda, akhir pekan lalu.

"Selain itu, infrastruktur pengendali banjir di wilayah Citarum Hulu antara lain Flood Way Cisangkuy. Ini untuk mengurangi debit air yang masuk ke area banjir di Baleendah. Apalagi folder-folder yang tabungan lebih kecil 1-2 hektare itu akan banyak dibangun di Citarum hulu ini," tambahnya.

Linda berharap dengan pembangunan sejumlah infrastruktur pengendali banjir dan masyarakat tidak lagi membuat sampah sembarangan, Bandung Selatan bisa bebas banjir.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Pemda Provinsi Jabar dan Pemerintah Pusat akan membangun sejumlah infrastruktur pengendali banjir. Salah satunya adalah Flood Way Cisangkuy.

"Dayeuhkolot salah satu pengendali banjirnya sodetan Cisangkuy yang pengerjaannya sudah 50 persen, harusnya air di Dayeuhkolot bisa dibelokkan sampai 90 persen ke (sodetan/flood way) Cisangkuy," kata Emil --sapaan Ridwan Kamil.

"Nanjung juga sudah berjalan dua duanya terowongan sudah bisa dibuka, pompa-pompa disiagakan, mudah-mudahan kalau sodetan Cisangkuy nanti potensi banjir seperti hari ini bisa dikurangi," tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top