Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumor Jadi Dirut Garuda, Mantan Dirut INTI: Gosip Oi!

Mantan Direktur Utama PT INTI Irfan Setiaputra membantah kabar bahwa dirinya akan ditunjuk Kementerian BUMN sebagai calon kuat Direktur Utama PT Garuda Indonesia.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  18:41 WIB
Ilustrasi. Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang - Bisnis
Ilustrasi. Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG — Mantan Direktur Utama PT INTI Irfan Setiaputra membantah kabar bahwa dirinya akan ditunjuk Kementerian BUMN sebagai calon kuat Direktur Utama PT Garuda Indonesia.

Irfan Setiaputra mengatakan berita yang menuliskan dirinya saat ini tengah menjadi calon kuat mengisi posisi bekas Ari Askhara yang tersandung dugaan kasus penyelundupan motor besar belum bisa dipastikan kebenarannya. “Gosip oi..,” katanya dalam pesan singkat pada bisnis, Senin (13/1/2020).

Meski sudah santer, pihaknya menilai penyebutan nama dirinya terlalu dini. Keputusan Dirut Garuda sendiri saat ini berada di tangan pemegang saham yakni Kementerian BUMN yang dipimpin Erick Tohir. “[Soal Dirut] masih terlalu dini,” kata Irfan.

Seperti diberitakan Bisnis.com, Sumber di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan Irfan akan menggantikan Ari Askhara, bos Garuda terdahulu yang tersandung kasus kargo gelap. “Irfan Setiaputra (calon Dirut Garuda), mantan Dirut PT Inti," ujar sumber pada Senin (13/1/2020).

Pria kelahiran Jakarta 24 Oktober 1964 ini menjabat sebagai sebagai bos PT Inti pada Maret 2009. Ia bekerja di posisi tersebut selama 3 tahun 5 bulan sebelum akhirnya mengundurkan diri. Surat pengunduran diri Irfan secara resmi disampaikan pada 2012.

Juru Bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga, tidak membenarkan atau menyanggah. Ia hanya menyatakan belum dapat memberikan konfirmasi.

"Enggak bisa dikonfirmasi kalau belum (RUPS/rapat umum pemegang saham)," ujar Arya.

Adapun Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman, menyebut belum memperoleh informasi langsung dari Kementerian BUMN. “Saya belum mendapat konfirmasi," ucapnya dalam pesan pendek.

Kabar dicalonkannya Irfan juga belum diterima oleh Kementerian Perhubungan.

"Belum ada nama yg masuk ke perhubungan secara resmi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda indonesia
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top