Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dikelola BUMDes, Kunjungan ke Obyek Wisata Green Canyon Melejit

Kunjungan wisata Cukang Taneh atau Green Canyon di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, makin tinggi setiap tahun.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  13:08 WIB
Green Canyon Pangandaran - Istimewa
Green Canyon Pangandaran - Istimewa

Bisnis.com,BANDUNG—Kunjungan wisata Cukang Taneh atau Green Canyon di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, makin tinggi setiap tahun.

Sebagai gambaran, tahun lalu jumlah pengunjungnya mencapai 12 ribu orang. Kondisi ini tercipta setelah BUMDes Guha Bau terlibat langsung mengelola wisata body rafting dan membina beberapa sektor penunjang wisata di sana.

Hadirnya BUMDes Guha Bau pun membuat wisata di sana naik kelas. Berbagai fasilitas ditata dengan apik, termasuk menghadirkan body rafting yang jadi unggulan wisata. Selain itu, jelas pengunjung bisa menikmati keindahan Green Canyon dengan menggunakan perahu.

Ketua BUMDes Guha Bau Teten Sutanto mengatakan selain membuat wisatawan terfasilitasi untuk berwisata, kehadiran BUMDes Guha Bau membuat warga setempat menuai manfaat.

Sebab, banyak warga setempat yang diberdayakan untuk wisata body rafting. Hasilnya, perputaran uang khusus untuk body rafting saja mencapai Rp2 miliar dalam setahun dan dinikmati warga.

"Setelah adanya BUMDes ini, body rafting di sini lebih berkembang, malah sekarang lebih berkembang lagi, terutama dalam pemberdayaan masyarakat," katanya di Bandung, Kamis (5/12/2019).

Untuk tenaga pemandu body rafting misalnya, hampir semuanya warga Desa Kertayasa. Jumlahnya mencapai 107 orang. Belum lagi ada tenaga lain seperti sopir hingga penyedia jasa perahu.

"Kita juga ada pelaku usaha yang mendapatkan manfaat setelah bekerjasama dengan BUMDes, mulai dari warung sampai homestay," ungkap Teten.

Yang terkena dampak langsung dari hadirnya BUMDes pun mencapai sekitar 1.000 orang dari sekitar 4.000 warga Desa Kertamulya. Di luar itu, warga lain juga merasakan dampak positif karena mulai banyak dikunjungi wisatawan. Di antaranya adalah Saung Angklung Mang Koko, Seni Benjang Batok, hingga Sanggar Seni Badud. Semua lokasinya tak jauh dari Green Canyon.

Pemberdayaan masyarakat yang dinilai mumpuni ini pun mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Beberapa penghargaan sudah diraih BUMDes Guha Bau. Yang teranyar, Desa Kertamulya diganjar sebagai pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 kategori Desa Wisata Maju yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah, dan Transmigrasi (PDT).

Materi penilaian lomba sendiri meliputi atraksi, amenitas, dan aksesibilitas (3A). Selain itu, penilaian dilakukan untuk sumber daya manusia (SDM), masyarakat, dan industri juga. Ada juga penilaian branding, advertising, dan selling (BAS). Terakhir adalah produk wisata yang meliputi kelengkapan paket wisata dan kesesuaian harga.

Kehadiran BUMDes Guha Bau jadi faktor dominan di balik diraihnya penghargaan itu berkat pengelolaan wisata di Green Canyon. Tapi, Teten mengatakan penghargaan diraih berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak di Desa Kertayasa.

"Kita semua sama-sama ingin desanya benar-benar maju. Kami dari BUMDes ikut lomba ini bukan target juara, minimal kita dikenal di tingkat nasional. Tapi, hasilnya jauh dari perkiraan kita," jelas Teten.

Salah seorang warga setempat yang merasakan manfaat hadirnya BUMDes adalah Tata Yamin. Ia sudah 11 tahun jadi pemandu body rafting. Ia bisa mendapatkan pemasukan tanpa harus pergi bekerja ke tempat lain.

"Saya kebetulan suka olahraga air, suka berenang. Jadi, saya kerja di sini senang karena hobi tapi dibayar," tutur Tata.

Ia pun berharap ke depan wisata Green Canyon semakin berkembang. Sehingga, semakin banyak wisatawan yang datang. Dengan begitu, akan semakin besar dampak positif yang bisa dirasakan warga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangandaran
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top