Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cara Ridwan Kamil Memilah Ratusan Undangan Perjalanan Luar Negeri

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku keteteran dengan sejumlah permintaan undangan ke luar negeri dari sejumlah negara sahabat.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 22 November 2019  |  13:27 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil - Bisnis/Wisnu Wage
Gubernur Jabar Ridwan Kamil - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG—Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku keteteran dengan sejumlah permintaan undangan ke luar negeri dari sejumlah negara sahabat.

Ridwan Kamil mengatakan undangan-undangan tersebut biasanya disampaikan saat duta besar negara sahabat datang bertemu pihaknya. Mulai dari mengikuti seminar, menjadi pembicara hingga bertemu dengan para pemangku kebijakan. “Undangan kayak gini teh setahun ada 100-an,” katanya di Bandung, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya memenuhi undangan ke luar negeri juga harus mempertimbangkan anggaran karena akomodasi harus ditanggung pihaknya. Kecuali, pihaknya diundang ke seminar dan konferensi sebagai pembicara semua akomodasi ditanggung pengundang.

“Makanya kalau saya pergi ke yang ujungnya ada benefit langsung buat Jabar dan maksimal dua bulan sekali. Kalau dua bulan sekali berarti enam trip per tahun. Itu sudah sangat efisien terhadap seratus undangan,” tuturnya.

Ridwan Kamil mengaku saat ini undangan yang masuk ke pihaknya terbilang banyak. Dia mencatat jaman Gubernur Ahmad Heryawan ada 8000 surat masuk per tahunnya. “Zaman saya 30 ribu isinya minta ketemu. Kalau diantrikeun teh suka gak paham sebut saya pelit, teu ngarti. Padahal mah gimana 30 ribu matematikanya?” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top