Hasil Uji Lab, Sungai Cilamaya Tercemar

Tim Laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur menegaskan bahwa hasil uji laboratorium air DAS Cilamaya secara umum tercemar.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  09:09 WIB
Hasil Uji Lab, Sungai Cilamaya Tercemar
Ilustrasi - Antara
Bisnis.com,BANDUNG—Tim Laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur menegaskan bahwa hasil uji laboratorium air DAS Cilamaya secara umum tercemar.
Asisten Manajer Laboratorium PJT II Jatiluhur, Leni Mulyani, mengatakan, pihaknya diminta oleh anggota DPR RI Dedi Mulyadi untuk memeriksa kualitas air Sungai Cilamaya. 
Mengingat, sudah bertahun-tahun air sungai yang pengelolaannya di bawah perusahaan BUMN ini, tercemar limbah sejumlah pabrik yang berada di kawasan Subang dan Purwakarta.
"Dari sample air yang diambil di empat titik DAS Cilamaya secara umum hasilnya  bahwa air sungai tersebut secara umum tercemar. Meski ada plus minusnya," kata Leni dalam rilis resmi, Kamis (17/10/2019).
Tercemarnya sungai tersebut dilihat dari parameternya yaitu COD dan BOD-nya, apalagi standar baku mutu COD dan BOD dikisaran angka sepuluh, sedangkan menurut hasil lab mencapai delapan ratus.
"Standarnya 10 COD dan BOD 2, ini diatas standar dan cukup saya katakan untuk tidak dikonsumsi untuk rumah tangga,karena apabila digunakan secara jangka panjang akan berbahaya" jelasnya.
Hasil uji laboratorium tersebut diumumkan oleh pihak Laboratorium PJT II kepada perwakilan perusahaan yang berada di aliran DAS Cilamaya, Pemkab Karawang, Pemkab Subang dan Pemkab Purwakarta.
Pertemuan tersebut guna mencari solusi untuk menyelesaikan pencemaran Aliran Sungai Cilamaya yang cukup mengkhawatirkan.
Sedangkan menurut Anggota DPR RI Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa kedepan harus dicari solusi secara jangka panjang dalam menyelesaikan masalah pencemaran sungai Cilamaya secara bersama - sama.
"Hasilnya kan tadi ada malahan ada unsur sianida yang cukup berbahaya kan,meskipun unsur positifnya juga ada, fospat dan amoniak yang baik untuk pertanian sebagai pupuk," jelasnya.
Dedi pun memberikan solusi agar tidak ada lagi pabrik yang membuang limbah ke DAS Cilamaya, yaitu dengan mendorong pembangunan IPAL Komunal secara terintegrasi.
Lanjutnya adalah pabrik yang berada di aliran sungai Cilamaya untuk tidak membuang limbahnya ke sungai, tetapi melakukan pengelolaan bersama - sama melalui IPAL Komunal melalui jaringan pipa berasal dari pabrik.
"dalam bentuk danau, bisa melalui danau yang sudah ada atau membangun danau baru, sehingga industri tidak membuang di sungai jaringan limbah industrinya melalui pipa,masuk ke pengelolaan limbah yang terintegrasi tersebut," katanya.
Bahkan menurutnya, hanya perlu lahan satu sampai dua hektar untuk membangun IPAL tersebut,. Dirinya akan mendorong tiga pemerintah daerah yang dilalui sungai Cilamaya untuk menganggarkan secara bersama - sama.
"Ya nanti tinggal dibagi tiga saja, untuk penganggarannya saya kira bisa ko apalagi kan sungai tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat juga ya perlu lah ada perhatian dan respon dari ketiga pemerintah daerahnya," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pencemaran sungai

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top