Jabar Siapkan Strategi Pariwisata Berkelanjutan

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat tengah menyiapkan strategi guna mendorong pelaku industri pariwisata menggunakan konsep berkelanjutan (sustainable tourism) tahun depan. 
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 30 September 2019  |  13:57 WIB
Jabar Siapkan Strategi Pariwisata Berkelanjutan
Wisata Pangandaran - Istimewa
Bisnis.com,BANDUNG—Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat tengah menyiapkan strategi guna mendorong pelaku industri pariwisata menggunakan konsep berkelanjutan (sustainable tourism) tahun depan. 
Kadisparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan selain memiliki nilai kebermanfaatan ekonomi, pola pariwisata keberlanjutan memberi kontribusi  langsung  bagi  kegiatan  konservasi.
“Upaya itu mengacu pada penerapan program Sustainable Tourism for Development (STDev) yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016, tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang mengadopsi standar internasional dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC),” katanya di Bandung, Senin (30/9/2019).
Dikaruniai wilayah yang luas. Provinsi Jawa Barat memiliki banyak potensi wisata. Namun, dalam pola berkelanjutan, banyak aspek yang harus dibahas secara detail, mulai dari kriteria industrinya hingga destinasi.“Jawa Barat itu luas dan memiliki keragaman antar daerahnya. Maka, harus ada pembahasan yang detil,” katanya.
Dedi mencatat ada tiga elemen penting yang harus berjalan dalam menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Yakni, pola pengembangan sustainable tourism harus memperhatikan pelestarian alam, kualitas dan keamanan air, serta konservasi energi.
“Lalu, pelaku industri wisata harus bisa menjaring komunitas masyarakat untuk ikut mengelola dan menjaga warisan budaya. Terakhir adalah memantau perekonomian, yang di dalamnya termasuk peluang kerja bagi warga setempat sekaligus keterlibatan publik, transfer pengetahuan antara wisatawan dan penduduk setempat,” paparnya.
Implementasi pariwisata berkelanjutan ia akui adalah tugas yang sangat berat dan tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dedi menilai, kelompok sadar wisata (pokdarwis) harus dilibatkan secara serius untuk membangun fondasi dan merealisasikan pariwisata berkelanjutan.
“Ini tugas berat, tapi bukan berarti tidak mungkin. Minggu lalu, tempat wisata asal jabar mendapat penghargaan penghargaan dalam ajang Indonesia Sustainable Tourism Awards Festival (ISTAfest) 2019. Ada Green Canyon, Kampung Naga, Desa Cibuntu, Dusun Bambu.,” kata dia.
Dalam waktu dekat, ia mengaku akan membahas mengenai konsep ini bersama pihak yang terlibat dalam ekosistem industri pariwisata. Diantaranya, pelaku usaha, hotel, masyarakat, budayawan dan akademisi. Dng melalui sistem pariwisata terpadu ( siraru),  Diharapkan, tahun depan konsep wisata berkelanjutan banyak diterapkan di berbagai wilayah.
“Semua harus punya kesamaan visi dan misi untuk membangun industri wisata berkelanjutan. Ini adalah adalah investasi sekaligus solusi jangka panjang bagi perekenomian Jawa Barat,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top