Literasi Asuransi di Indonesia Masih Sangat Rendah

Tingkat literasi masyarakat Indonesia mengenai asuransi dinilai masih sangat kurang. Oleh karenanya jumlah masyarakat yang memiliki asuransi masih sangat minim jika dibandingkan dengan negara lain.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 12 September 2019  |  17:55 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Tingkat literasi masyarakat Indonesia mengenai asuransi dinilai masih sangat kurang. Oleh karenanya jumlah masyarakat yang memiliki asuransi masih sangat minim jika dibandingkan dengan negara lain.

Menurut data yang dirilis Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada tahun 2017 lalu, dari seluruh jumlah masyarakat Indonesia, baru 1,3% yang sudah memiliki asuransi.

"Edukasi literasi asuransi di Indonesia masih kurang. Sehingga masyarakat belum mengetahui mengenai asuransi dan juga manfaatnya yang bisa didapatkan dengan memiliki asuransi," ujar Head of Brand & Product Campaign Manulife, Henry Widagdo kepada wartawan saat peluncuran MiFuture Income Protector (MiFIP) untuk Persiapan Hari Tua Nasabah, Kamis (12/9).

Menurutnya, salah satu manfaat yang akan didapat masyarakat saat memiliki asuransi yakni dapat merencanakan masa tua sejak dini. Sesuai dengan Manulife Investor Sentiment Index (MISI) tahun 2017 lalu, sebanyak 81% masyarakan optimistis menghadapi masa tua mereka. Hanya 19% yang merasakan khawatir akan kehabisan uang saat memasuki masa pensiunan nanti.

Selain itu, hanya 27% dari 50 juta pekerja di Indonesia yang memiliki asuransi dana pensiun. Selebihnya, pekerja masih mengandalkan dana pensiun yang berasal dari perusahaan tempatnya bekerja.

"Karena merasa cukup mendapatkan dana pensiun dari kantor atau perusahaan tempatnya bekerja, jadi tidak menjadi nasabah asuransi," terangnya.

Sehingga, dengan kondisi tersebut, Henry menyebut tidak menutup kemungkinan akan melahirkan generasi sandwich. Yang artinya, seseorang nantinya harus menanggung beban untuk membiayai orangtuanya dan juga keluarganya.

"Tentunya, kita tidak ingin generasi sandwich ini lahir di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, pada tahun 2020 nanti rasio ketergantungan orang nonproduktif kepada orang produktif akan meningkat. Bahkan satu orang produktif akan menanggung 48 orang nonproduktif.

"Melihat kondisi tersebut, maka kita harus mempersiapkan masa tua kita dengan baik mulai dari sekarang. Sehingga kita tetap bisa hidup bahagia di masa tua tanpa memberatkan anak-anak atau keluarga," tegasnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manulife indonesia

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top