Bandara Cikembar Sukabumi tak Masuk ke Draft RTRW Jabar

Proyek Bandara Cikembar, Sukabumi secara resmi tidak dicantumkan dalam revisi Peraturan Daerah terkait Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jawa Barat terbaru.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  08:52 WIB
Bandara Cikembar Sukabumi tak Masuk ke Draft RTRW Jabar
Ridwan Kamil - Bisnis/Wisnu Wage
Bisnis,com,BANDUNG—Proyek Bandara Cikembar, Sukabumi secara resmi tidak dicantumkan dalam revisi Peraturan Daerah terkait Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jawa Barat terbaru.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dari hasil kajian pihaknya bersama panitia khusus VIII DPRD Jabar yang tengah memfinalisasi revisi RTRW, sepakat untuk tidak memasukan lokasi definitif Bandara Cikembar. 
“Masih ada pertimbangan terkait lokasi-lokasi, sementara kami sepakati lokasinya tetap [dicantumkan] di Kabupaten Sukabumi,” katanya di Bandung, Senin (26/8/2019) petang.

Menurutnya dalam RTRW pihaknya tetap mencantumkan rencana pembangunan bandara baru, namun karena urusan lokasi membutuhkan kajian mendalam maka penyebutan hanya nama daerah saja.

Ridwan Kamil menilai kesepakatan ini terjadi karena sebelum Cikembar ditetapkan, sebelumnya sudah ada perencanaan pembangunan Bandara Citarate. 

Dalam pembahasan RTRW dua lokasi ini mengemuka dan menjadi diskusi alot antara eksekutif dan dewan. Menurutnya sambil menunggu kajian lokasi lebih matang, maka keputusan tidak mengakomodir lokasi dianggap sudah tepat.

“Kalau sudah matang, di RTRW sudah disebutkan di Kabupaten Sukabumi,” paparnya.

Ridwan Kamil sendiri memastikan Pansus VII sangat akomodir terhadap proyek-proyek yang direncanakan  oleh Pemprov Jabar, juga proyek strategis nasional (PSN) yang dihela Pemerintah Pusat. M

dalam penyusunan revisi ini persoalan yang mengemuka hanya urusan koordinasi dan kewenangan. “Apakah ini kewenangan Pusat, atau provinsi,” katanya.

Pembahasan RTRW sendiri menyepakati agar rencana pembangunan ke depan tetap mengedepankan semangat menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Selain itu pihaknya tetap mengamankan kawasan produktif pertanian dari kemungkinan adanya perubahan akibat pembangunan  fisik. “Silakan membangun tapi tidak di lokasi yang sudah kita preserrvasi sebagai sumber kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Pembangunan bandara di Sukabumi sendiri dinilai penting guna mengakselerasi potensi pariwisata di kawasan tersebut. Menurutnya baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi masih belum mampu mendongkrak potensi ekonomi dari sisi potensi pariwisata.

“Sukabumi ini ekonominya masih kurang mantap dari sisi pariwisata,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top